DETIKMERDEKA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono buka suara soal anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya menghabiskan anggaran.
Sudaryono menegaskan pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dipisahkan dari pemenuhan gizi, pendidikan, dan dukungan terhadap sektor pertanian. Menurut dia, kebutuhan tersebut saling berkaitan dan tidak bisa dilihat secara terpisah.
Ia mengatakan anak-anak membutuhkan makanan bergizi agar dapat tumbuh sehat. Petani juga membutuhkan dukungan seperti pupuk dan irigasi. Pendidikan membutuhkan sekolah yang layak agar proses belajar berjalan baik.
“Anak yang sehat membutuhkan makanan bergizi. Petani membutuhkan pupuk dan irigasi. Anak-anak membutuhkan sekolah layak, bukan rusak. Bukankah semuanya merupakan bagian dari satu tujuan sama?” kata Sudaryono, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Sudaryono menilai pembangunan manusia Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah, kata dia, tidak perlu memilih antara pemenuhan gizi dan pembangunan sektor lainnya.
Karena itu, ia menilai kurang tepat jika MBG dipertentangkan dengan program pembangunan lain. Menurut dia, sejumlah program tersebut tetap bisa dijalankan secara bersamaan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan MBG, misalnya, tetap berjalan ketika pemerintah memperkuat subsidi pupuk, memperbaiki irigasi, dan merenovasi sekolah.
“MBG berjalan, tetapi subsidi pupuk tetap diperkuat, irigasi direvitalisasi, dan renovasi sekolah terus dilakukan,” ujarnya.
Sudaryono mengajak masyarakat melihat program pemerintah secara lebih utuh. Pemenuhan gizi anak, kata dia, tidak berarti pemerintah mengabaikan kebutuhan petani, pendidikan, maupun pembangunan infrastruktur.
Pandangan tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai prioritas anggaran pemerintah. Sejumlah program pemerintah kerap dibandingkan satu sama lain ketika masyarakat melihat masih ada kebutuhan pembangunan yang belum sepenuhnya tertangani.
Sudaryono mengatakan pembangunan tidak harus dilakukan dengan memilih satu kebutuhan dan meninggalkan kebutuhan lainnya. Pemerintah, menurut dia, perlu menjalankan berbagai program secara bersamaan dengan tetap memperhatikan efektivitas dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Jangan biarkan suara pesimis membuat kita gagal melihat kemajuan. Sebab negeri ini tidak sedang memilih antara gizi dan pembangunan. Indonesia sedang berusaha membangun keduanya secara bersamaan,” kata Sudaryono.[]






