Ekonomi China Tetap Tangguh, PDB Tumbuh 4,7 Persen pada Semester I 2026

DETIKMERDEKA – Perekonomian China masih menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dilansir CGTN, menyampaikan bahwa produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 4,7 persen secara tahunan pada semester pertama 2026 dan mencapai 69,57 triliun yuan atau sekitar 10,28 triliun dolar AS.

Menurut laporan CGTN, sejumlah indikator ekonomi utama juga memperlihatkan kinerja yang tetap solid. Pemerintah China menilai pertumbuhan baru dari sektor-sektor strategis terus berkembang dan menjadi penopang ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan eksternal.

Data yang dikutip CGTN menunjukkan bahwa selama Januari hingga Juni 2026, nilai tambah produksi industri perusahaan dengan pendapatan tahunan minimal 20 juta yuan meningkat 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor manufaktur berteknologi tinggi, di mana industri manufaktur peralatan tumbuh 9,3 persen, sementara manufaktur teknologi tinggi melonjak 13,3 persen.

Dari sisi konsumsi, CGTN melaporkan penjualan ritel barang dan jasa meningkat 2,7 persen secara tahunan. Total penjualan ritel barang konsumsi mencapai 24,87 triliun yuan sepanjang semester pertama tahun ini. Sektor jasa juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan kenaikan output sebesar 5,2 persen, menandakan aktivitas ekonomi domestik terus bergerak.

Kinerja perdagangan luar negeri juga menjadi salah satu penopang ekonomi China. Berdasarkan data yang dilaporkan CGTN, total nilai impor dan ekspor mencapai 25,47 triliun yuan, atau naik 16,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, tidak semua indikator bergerak positif. CGTN mencatat investasi aset tetap, di luar rumah tangga pedesaan, justru turun 5,7 persen secara tahunan menjadi 22,64 triliun yuan, mencerminkan masih lemahnya aktivitas investasi di sejumlah sektor.

Wakil Kepala Biro Statistik Nasional China, Mao Shengyong, mengatakan sebagaimana dikutip CGTN, secara keseluruhan perekonomian China masih berada dalam kisaran yang wajar pada paruh pertama 2026. Ia menilai kekuatan produktif baru terus berkembang dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Namun, Mao mengingatkan bahwa meningkatnya ketidakpastian global serta belum seimbangnya permintaan dan penawaran di dalam negeri masih menjadi tantangan yang harus diatasi untuk menjaga pemulihan ekonomi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Profesor Madya di CUHK Business School, Bruce Pang, menilai pemulihan konsumsi, peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan, serta ketahanan sektor manufaktur teknologi tinggi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi China pada semester pertama tahun ini. Namun, seperti dilaporkan CGTN, Pang juga mengingatkan bahwa investasi masih melemah, tingkat utilisasi kapasitas produksi menurun, dan belanja konsumen belum pulih sepenuhnya.

Pang memperkirakan ekonomi China masih akan melanjutkan tren pemulihan secara moderat pada paruh kedua 2026. Menurutnya, pemerintah perlu terus memperkuat kebijakan untuk mendorong investasi, meningkatkan permintaan domestik, serta mempercepat transformasi dan peningkatan daya saing sektor industri.