APBD 4,3 T Tidak Berpihak Kepada Warga Tangerang Selatan, Pemerintahan Ben- Pilar Di Sorot Tokoh Cipasera

APBD 4,3 T Tidak Berpihak Kepada Warga Tangerang Selatan,  Pemerintahan Ben- Pilar Di Sorot Tokoh Cipasera 

DETIKMERDEKA.COM,- APBD Kota Tangerang Selatan mencapai 4,3 Triliun Kemiskinan meningkat tidak dapat ditangani Stunting menurun padahal kemiskinan akar Stunting warga Kota Tangerang Selatan.

” Ya, APBD 4,3 T, kemiskinan menibgkat , 30% untuk anggaran infrastruktur dan 20% untuk belanja pegawai, lalu 20% untuk pendidikan, sisanya dibagi bagi untuk dinas lain.” ucap salah satu tokoh Cipasera TW  yang berhasil menjadikan Cipasera daerah otonom khusus di tahun 2007, seperti dikutip dari pesan WhatsAppgroup, Senin, 6 Mei 2024

” Kemiskinan meningkat tak ditangani. Justru stunting diturunkan. Padahal akar stunting kemiskinan. Anehnya semua dewan diam” imbuhnya

” Saya dulu waktu mengkaji pemekaran pisah dari Kabupaten Tangerang itu, mengkaji semua kebijakan Ismet iskandar. Saya temui dan gelagapan. Akhirnya dia ( Ismet Iskandar.red) tak tahan, cipasera akhirnya dikaji tuntutannya,”. cetusnya

” Pak Bupati biayai Prof Sadu ( guru besar IPDN), untuk mensurvei layak tidaknya Kota Cipasera di mekarkan dan hasilnya kota cipasera (Tangerang Selatan.red) sangat layak mekar.” lanjut TW

” Pemerintahan Benyamin Pilar tak punya prestasi, kebijakan tak berpihak pada rakyat tangsel.,” ungkapnya

Terpisah,Yardin Zulkarnaen mengungkapkan,” Penilaian Saya , Ben-Pilar tidak ada karya nyatanya. Masalah persampahan tidak Terselesaikan, armadanya banyak yang tidak layak Jalan, TPA dan TPS tidak di Kelola secara baik, pasar Ciputat amburadul, kemacetan di badan Jalan, di pertigaan dan prapatan dibiarkan hingga belum selesainya pelebarannya,” ujarnya

” Peluang usaha dan Proyek untuk masyarakat Lokal yang tidak diberi Kesempatan sebagai rekanan, padahal PT & CV dan Legalitas perusahaannya resmi dan lengkap, mendapatkan proyek PL (penunjukan langsung.red) saja susah apa lagi proyek lelang,” cetus Yardin 

Masih menurutnya, Hal lain mirisnya dengan banyaknya pengangguran, percuma adanya Kadin Tangsel jika tidak pernah diajak berdiskusi dan pembinaan, padahal masyarakat lokal lebih mendukung diberi Kesempatan mengerjakan Proyek Proyek di Tangsel sebagai ikut andil dalam pembangunan di Kota Tangerang Selatan,” katanya

Di era Benyamin – Pilar pula, lanjut Yardin banyak Aset Tangsel yang di Kelola oleh Penggarap liar sehingga banyak Penghuni yang bermain judi, miras dan prostitusi seperti lokalisasi di belakang Apotek Roxy Ciputat.

” Pungli dan Retribusi liar merajalela di Pasar Ciputat yang Membuat Pasar tidak berkembang dengan Baik dan sepi akibat banyaknyan PKL di lokasi yang tumbuh berkembang dan Telah Terjadi pembiaran dengan alasan sebagai zona abu abu bukan aset Pemkot Tangsel,” imbuh Yardin

Terpisah, tokoh masyarakat juga pegiat sosial Kota Tangerang Selatan Puji Iman Jakarsih SH, menyebutkan APBD Kota Tangerang Selatan harusnya di pergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat tapi memang lacur banyak untuk kepentingan politik di dalamnya apalagi mau ada agenda Pilkada dan efek  Pilpres kemaren yang menyedot anggaran Daerah pula

” Apakah dengan dasar pilkada, mengesampingkan kepentingan masyarakat? Perlu adanya pengawasan publik oleh masyarakat biar pembangunan tepat sasaran sebagaimana amanat  UU  No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Daerah,” jelas Puji Iman biasa disapa

” Terkait Paslon di Pilkada, Ini kan masih wacana siapapun pimpinan daerah harus pro rakyat Tangsel,” ungkapnya

” Semua kepala daerah punya hasil karya, tapi apakah hasil karya tersebut sangat signifikan untuk pembangunan dan kemaslahatan ummat…sekarang pemimpin daerah sangat berfikir pragmatis,” cetusnya

“ Makanya perlu terobosan kebijakan yang memihak ke rakyat jadikan dan libatkan rakyat subjek dalam pembangunan kota Tangerang Selatan .bukan objek. selama ini kita orang Tangsel hanya objek, wajar Saja pembangunan selama ini  yang ngerjakaan orang luar.. walaupun ada hanya sebagian kecil..itupun jadi martil Pemkot,” tutupnya