Suhu Makkah Capai 43 Derajat, Jemaah Haji Diminta Jaga Kesehatan

DETIKMERDEKA – Suhu udara di Makkah, Arab Saudi, diperkirakan mencapai 43 derajat celsius pada Senin, 4 Mei 2026. Kondisi ini membuat jemaah haji Indonesia diminta lebih waspada dan menjaga kesehatan.

Data Early Warning System (EWS) Kementerian Haji dan Umrah yang mengacu pada AccuWeather menunjukkan suhu pagi berada di kisaran 28 derajat celsius. Suhu terus naik hingga siang hari dan mencapai puncaknya di angka 43 derajat celsius.

Suhu mulai turun pada sore hari ke sekitar 38 derajat celsius. Malam hari berada di kisaran 33 derajat celsius.

Tingkat kelembaban rata-rata tercatat sekitar 17 persen. Kondisi ini menunjukkan udara sangat kering dan berisiko menyebabkan dehidrasi.

Kecepatan angin relatif rendah. Rata-rata berada di kisaran 10 kilometer per jam. Kondisi ini tidak banyak membantu menurunkan suhu panas.

Data dari National Center for Meteorology (NCM) Arab Saudi juga menunjukkan kondisi serupa. Suhu maksimum diperkirakan mencapai 42 derajat celsius dengan suhu terendah sekitar 27 derajat celsius.

Jumlah jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Arab Saudi terus bertambah. Hingga saat ini, sebanyak 81.992 jemaah telah diberangkatkan. Sebagian besar masih berada di Madinah.

Sebanyak 20.689 jemaah sudah mulai masuk ke Makkah sejak Kamis (30/4/2026). Pergerakan jemaah dilakukan secara bertahap untuk menjalani rangkaian ibadah.

Kondisi cuaca panas diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Suhu berpotensi terus mendekati 43 derajat celsius pada siang hari.

Pada Selasa 5 Mei 2026, suhu diperkirakan berada di kisaran 25 hingga 39 derajat celsius. Tren ini menunjukkan peningkatan suhu menuju puncak musim panas di Arab Saudi.

Pemerintah mengimbau jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan. Suhu di kisaran 40 hingga 45 derajat celsius masuk kategori siaga.

Jemaah lanjut usia dan yang memiliki penyakit penyerta diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Ibadah disarankan dilakukan di hotel untuk menghindari paparan panas berlebih.

Jemaah juga diimbau menjaga asupan cairan. Minum air putih atau air zamzam secara rutin penting dilakukan untuk mencegah dehidrasi.

Penggunaan pelindung diri juga dianjurkan. Jemaah disarankan memakai payung, masker, sandal yang nyaman, serta pelembap kulit untuk menjaga kondisi tubuh.

Langkah pencegahan ini dinilai penting agar jemaah tetap sehat selama menjalankan ibadah haji. Kondisi fisik yang prima dibutuhkan terutama menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.[]

Jangan Lewatkan