APPSI OKI Berharap Disdag OKI Dapat Menunda Kenaikan Restribusi Pasar
DETIKMERDEKA.COM,- Kondisi dan suasana pasar yang ada di beberapa lokasi pasar Kayuagung sepertinya bukan bertambah hari bertambah membaik bahkan semakin memprihatinkan , ungkap Edwar, pedagang yang berada di lantai 2 Shoping center mengeluhkan sepinya pengunjung yang berbelanja ke pasar sangat jauh berkurang
” Kami yang berjualan Di Lantai dua Kadang satu Hari itu tidak dapat Pelaris,bahkan ada pedagang yang sampai tujuh hari barang dagangannya tidak laku” Keluh pedagang seperti keterangan yang diterima detikmerdeka.com, Jumat (1/12/2023)
Di beberapa lokasi lainnya tampak terlihat beberapa. pedagang yang duduk sambil memegang handphonenya yang dijadikan penghibur untuk mengghilangkan kejenuhan sambil menunggu pembeli..
Adanya informasi pemberitaan yang di sampaikan oleh salah satu media yang ada di kabupaten OKI terkait rencana kenaikan Restribusi pasar oleh Disdag OKI, dari 1000 menjadi 2000.menuai respon dari pedagang pasar tradisional yang ada di Pasar Kayuagung Kabupaten OKI.
Ketua DPD APPSI OKI Yarlis Mengatakan bahwa pada prinsipnya APPSI OKI merasa tidak Keberatan dengan kenaikan Restribusi pasar tersebut,yang rencananya efektif berlaku pada tahun 2024 nanti.
Sebagaimana di ketahui ,Kondisi pasar dalam beberapa tahun terakhir ini sangat memperihatinkan.dimana kunjungan dan daya beli masyarakat yang berbelanja ke pasar Kayuagung sangat menurun
” Kalau tidak percaya silahkan saja kunjungi pasar dan tanya langsung kepada pedagang pasar” ujar ketua APPSI OKI ini
“Karena Pedagang Pasar adalah salah salah satu Aset Pemerintah daerah sebagai penyumbang PAD yang cukup besar di bidang Restribusi Pasar,
” Seharusnya Pemda OKI dan dinas Perdagangan OKI harus memberikan perhatian khusus terhadap kondisi pasar saat ini, Pemda harus tahu apa penyebabnya.ketika pasar Ramai dan daya beli meningkat pastinya pedagang pasar tidak akan merasa berat atas kenaikan restribusi tersebut.” kata Yarlis
“Seharusnya Kenaikan Restribusi yang katanya untuk meningkat PAD.harus juga di imbangi dengan upaya bagaimana pemerintah daerah dapat menaikan pendapatan dan Penghasilan Pedagang(PPP) bagi pedagang,” masih kata Yarlis
Bagaimana upaya pemerintah agar Masyarakat bisa berbelanja ke pasar dan menjadikan Pasar Tradisional sebagai Pusat bagi masyarakat untuk berbelanja semua kebutuhan .
APPSI OKI Berharap tidak ada lagi Aktifitas Perdagangan yang Tidak berizin dari Pemda OKI yang mirip dengan pasar yang berdampak terhadap kurangnya pengunjung ke pasar Tradisional
Terkait rencana kenaikan Restribusi pasar, Salah satu Pedagang Pasar yang berjualan Tas dan Sepatu Bernama Ida, menyampaikan Keluhan dan harapannya kepada awak media
Menurut Dia ,”Dengan menurunnya daya beli masyarakat otomatis pendapatan para pedagang juga menurun drastis”, dengan keadaan yang seperti itu sebagai pedagang saya merasa keberatan kalau restribusi pasar dinaikkan” lanjut Ida
“Bukan kah tidak logis degan kondisi pasar yang semakin sepi saat ini, Pemerintah daerah harus menaikkan restribusi Pasar, kalau demikian artinya Pemerintah daerah bersama Disdag OkI tidak berpihak kepada pedagang Pasar” Keluhnya
“Kita berharap Disdag OKI dapat menunda pemberlakuan kenaikan Restribusi pasar sampai kondisi pasar membaik “.terang Yarlis






