Elektabilitas Prabowo – Gibran Terus Melejit Di Jawa Timur, Pengamat : Pengaruh Jokowi Effect
DETIKMERDEKA.COM – Elektabilitas pasangan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka terus mengalami trend kenaikan signifikan khususnya di Provinsi Jawa Timur.
Membaca hasil survei Poltracking di Jawa Timur periode 28 Oktober – 3 November 2023 elektabilitas pasangan calon dari Koalisi Indonesia Maju ini bertengger di posisi puncak.
Elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 41,7 persen, naik 5,6 persen dari periode September 36,1 persen, Ganjar – Mahfud 38,3 persen dan Anis – Muhaimin 17,8 persen.
Sedangkan hasil survei ARCI, Prabowo – Gibran 40,1 persen, Ganjar – Mahfud 35, 9 persen dan Anis – Muhaimin di angka 22,2 persen.
Pengamat Politik dari Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Denny Fahrian kepada wartawan menyampaikan analisanya, menanggapi hal itu secara akademis bisa dilihat melalui pendekatan sociometric popularity.
“Faktor kenaikan elektabilitas pasangan ini disebabkan pribadinya Prabowo ditambah Jokowi Effect,” kata Denny, seperti dilansir dari laman portaldesa.co, Rabu 15 November 2023
Menurut Denny, secara pribadi Prabowo dianggap mampu berkorelasi dan berperilaku proporsional, disinilah popularitas terbentuk.
Kata Denny, Prabowo saat ini bukan Prabowo tahun kemarin, Prabowo telah mampu bertranformasi dengan siapapun baik kawan maupun lawan, intinya mampu merangkul semua kalangan.
“Perilaku Prabowo inilah yang bisa diterima semua pihak saat ini dan itu berpengaruh pada elektabilitas,” terang Denny.
Dosen Ilmu Politik Fisip Unirow Tuban ini tidak menampik bahwa pengaruh hubungan Jokowi dan Prabowo juga berpengaruh menyumbang elektoral.
“Keduanya memang pernah bersaing dan keduanya juga memiliki pendukung yang kuat dan militan,” jelas Denny.
Denny memperkirakan bahwa dengan jalinan pendukung yang saling militan akan semakin menguatkan satu sama lain dalam menghadapi serangan dan tekanan dari luar. Sebab pendukung Jokowi ini masih kuat dari akar rumput hingga kalangan NU.
“Dengan masuknya Kaesang di barisan koalisi ini seperti tali pengikat yang kuat pada jaringan pendukung Jokowi dan Prabowo,” tukas Denny Fahrian, pengamat politik Unirow Tuban.






