DETIKMERDEKA – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menghadiri peringatan ulang tahun ke-6 Pasar Bahulak di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Minggu, 27 September 2026.
Peringatan tersebut diisi berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat. Salah satunya kirab gunungan hasil bumi.
Warga mengarak gunungan sebagai bentuk syukur atas hasil panen selama setahun terakhir. Tradisi itu juga menjadi bagian dari perayaan sekaligus menggambarkan semangat gotong royong masyarakat Desa Karungan.
Pasar Bahulak dibangun di atas tanah kas desa seluas sekitar empat hektare. Warga mengembangkan kawasan tersebut dengan konsep pasar tempo dulu. Pasar itu kemudian tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata berbasis masyarakat di Desa Karungan.
Pasar Bahulak mulai beroperasi pada September 2020. Pemerintah desa mempertahankan konsep pasar tradisional dengan menghadirkan kuliner, kesenian, permainan, serta suasana jual beli seperti masa lalu.
Salah satu ciri Pasar Bahulak adalah penggunaan koin sebagai alat transaksi. Pengunjung menukar uang dengan koin sebelum berbelanja di dalam area pasar. Sistem tersebut menjadi bagian dari konsep yang ingin menghidupkan kembali suasana pasar tempo dulu.
Jadwal pasar juga mengikuti penanggalan Jawa. Pasar Bahulak rutin dibuka pada Minggu Legi dan Minggu Pahing.
Kuliner tradisional menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung dapat menemukan berbagai makanan dan minuman khas pedesaan yang jarang dijumpai di pasar modern.
Bagi masyarakat Karungan, Pasar Bahulak tidak hanya menjadi tempat berjualan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan warga sekaligus tempat mengenalkan tradisi dan produk lokal kepada pengunjung dari luar desa.
Don Muzakir mengapresiasi konsistensi masyarakat Karungan dalam mempertahankan Pasar Bahulak selama enam tahun. Ia menilai keberadaan pasar rakyat seperti itu berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Menurut Don Muzakir, Pasar Bahulak menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi tanpa meninggalkan tradisi masyarakat.
“Acara seperti ini membangkitkan ekonomi desa, sebagaimana yang menjadi fokus program Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi kerakyatan dari bawah,” ujar Don Muzakir.
Don Muzakir juga menyatakan Tani Merdeka Indonesia siap membantu memperluas jaringan Pasar Bahulak hingga tingkat pusat. Langkah tersebut, menurut dia, dapat membuka peluang agar produk dan potensi budaya Desa Karungan dikenal lebih luas.
Pasar Bahulak memiliki dua sisi yang berjalan bersamaan. Aktivitas perdagangan menggerakkan ekonomi warga, sedangkan konsep budaya membuat pasar tersebut menjadi bagian dari atraksi wisata desa.
Kepala Dinas Pariwisata Sragen Drs. I Yusep Wahyudi, M.Si., dan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Sriyanto Suryo Saputro turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan anggota DPR RI menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun Pasar Bahulak. Acara juga menjadi ruang pertemuan antara pengelola pasar, masyarakat, dan sejumlah pejabat yang hadir.
Don Muzakir dalam kesempatan itu juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat desa. Ia mengaitkan hal tersebut dengan pembangunan ekonomi yang menurutnya perlu berjalan bersama kehidupan sosial yang harmonis.
Perjalanan Pasar Bahulak sendiri tidak lepas dari inisiatif warga Desa Karungan. BPIP pada 2021 menetapkan Desa Karungan sebagai Desa Pancasila dan Pasar Bahulak sebagai Pasar Gotong Royong. Penetapan itu diberikan karena masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi melalui semangat gotong royong.
Konsep tersebut terus dipertahankan sampai sekarang. Pasar Bahulak tetap mengandalkan produk lokal, kuliner tradisional, dan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari daya tariknya.
Peringatan enam tahun menjadi penanda perjalanan Pasar Bahulak sejak mulai beroperasi pada 2020. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pasar berbasis desa dapat menggabungkan perdagangan, wisata, dan pelestarian budaya dalam satu ruang.
Bagi Desa Karungan, keberadaan Pasar Bahulak memberi ruang bagi warga untuk menjual produk dan hasil usaha mereka. Aktivitas pasar juga ikut menghidupkan kawasan desa pada setiap hari pasaran.
Konsep seperti Pasar Bahulak menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi desa tidak selalu harus meninggalkan karakter lokal. Tradisi justru dapat menjadi bagian dari produk wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat ketika dikelola secara konsisten.[]





