Korea Utara Kembali Uji Coba Rudal Balistik di Tengah Ketegangan Kawasan

DETIKMERDEKA – Korea Utara kembali meluncurkan sebuah rudal balistik pada Rabu (12/8) waktu setempat. Aksi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea menjelang pelaksanaan latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Militer Korea Selatan menyatakan rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Wonsan di pesisir timur Korea Utara menuju Laut Timur, yang secara internasional juga dikenal sebagai Laut Jepang. Berdasarkan hasil pemantauan awal, rudal itu menempuh jarak lebih dari 700 kilometer sebelum jatuh di perairan.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan pihaknya mendeteksi peluncuran rudal pada sekitar pukul 06.00 waktu setempat. “Militer kami mendeteksi sekitar pukul 6.00 pagi sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh Korea Utara dari daerah Wonsan menuju Laut Timur,” demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, seperti dikutip Al Jazeera.

Usai peluncuran tersebut, Seoul langsung memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan kesiapsiagaan militer. Pemerintah Korea Selatan juga mengonfirmasi bahwa mereka terus bertukar informasi intelijen dengan Amerika Serikat dan Jepang guna memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang menyebut rudal balistik yang diduga ditembakkan Korea Utara telah jatuh. “Rudal balistik yang diduga tersebut telah jatuh,” tulis Kementerian Pertahanan Jepang melalui media sosialnya, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Pengamat menilai peluncuran rudal ini bukanlah kejadian yang mengejutkan. Korea Utara selama bertahun-tahun dikenal kerap merespons latihan militer bersama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat dengan aksi demonstrasi kekuatan militernya.

Pakar Korea Utara dari Universitas Kyungnam, Lim Eul-chul, menilai langkah Pyongyang merupakan sinyal politik sekaligus militer kepada negara-negara sekutunya. “Korea Utara tidak pernah membiarkan latihan militer gabungan Korea Selatan-AS berlalu begitu saja tanpa memberikan tanggapan,” kata Lim Eul-chul, seperti dikutip Al Jazeera.

Ia menambahkan, “Ini adalah pesan bahwa Pyongyang mengamati dengan saksama latihan militer yang akan datang dan dapat melakukan provokasi jika dianggap perlu,” ujar Lim Eul-chul, dikutip Al Jazeera.

Peluncuran rudal terbaru ini diperkirakan akan kembali meningkatkan perhatian komunitas internasional terhadap situasi keamanan di Asia Timur. Hingga kini belum ada laporan mengenai dampak langsung dari peluncuran tersebut, namun Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat terus melakukan koordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan lebih lanjut.