Siswa Sekolah Rakyat Ikut Jadi Paskibraka HUT Ke-81 RI, Mensesneg: Kami Ikut Bangga

DETIKMERDEKA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan seorang siswa Sekolah Rakyat terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana, Jakarta, 17 Agustus 2026.

Siswa tersebut menjadi bagian dari 76 anggota Paskibraka yang terpilih dari 38 provinsi. Prasetyo mengatakan dirinya bangga karena siswa Sekolah Rakyat bisa lolos dalam seleksi tingkat nasional.

Prasetyo juga memastikan proses seleksi dilakukan sesuai ketentuan. Para peserta harus melewati tahapan seleksi dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Dan ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kita terus terang juga ikut bangga,” kata Pras di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Siswa Sekolah Rakyat yang terpilih adalah Ismi Ulfaida. Remaja berusia 16 tahun itu berasal dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Ismi akan menjalankan tugas bersama anggota Paskibraka lainnya dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI. Keterlibatannya menjadi salah satu cerita dalam pelaksanaan upacara tahun ini.

Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto belum mengetahui secara detail kabar tersebut. Ia mengaku belum menyampaikan informasi itu secara khusus kepada Presiden.

“Belum tahu, karena memang kita juga belum secara detail melaporkan gitu ya. Yang kedua memang juga kami sendiri sebagai penanggung jawab juga surprise,” katanya.

Prasetyo menjelaskan proses seleksi Paskibraka dilakukan berdasarkan kemampuan peserta. Seleksi tersebut tidak mudah karena anggota Paskibraka harus mampu menjalankan tugas dengan disiplin dan ketepatan tinggi.

“Kalau perlu kapan-kapan nanti kita dengan teman-teman media kita latihan baris-berbaris gitu ya. Betapa tidak mudahnya menjadi seorang Paskibra, apalagi tingkat nasional,” katanya.

Tugas Paskibraka tingkat nasional juga tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik. Para anggota harus memiliki kesiapan mental karena akan menjalankan tugas di hadapan Presiden dan disaksikan masyarakat dari seluruh Indonesia.

Prasetyo mengatakan kesalahan kecil dalam menjalankan tugas dapat menjadi perhatian karena seluruh rangkaian upacara berlangsung di hadapan banyak orang.

“Saudara nanti akan harus tampil ya, tidak boleh salah, tidak boleh ada yang keliru, dan di benak Anda, Anda berpikir bahwa Anda disaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, itu bukan bukan sesuatu hal yang mudah,” katanya.[]