Rating Kredit Indonesia Tetap BBB, Kemenkeu Nilai Fiskal Nasional Masih Dipercaya

DETIKMERDEKA – Pemerintah menyambut positif keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Penilaian tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa komunitas internasional masih menaruh kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal Indonesia, meski kondisi ekonomi global masih dibayangi berbagai tantangan.

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, mengatakan hasil penilaian S&P menunjukkan keyakinan investor global terhadap arah kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah tetap terjaga.

“Ya prinsipnya kan itu menunjukkan bahwa masyarakat internasional itu masih percaya dengan yang pertama ya, kita terus menjaga disiplin fiskal seperti yang dibilangkan oleh Pak Menteri (Purbaya Yudhi Sadewa) dan sebagaimana arah Bapak Presiden (Prabowo Subianto) juga.”

Selain aspek fiskal, Herman menilai lembaga pemeringkat internasional juga masih melihat Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Menurutnya, daya tahan ekonomi nasional menjadi salah satu faktor yang membuat kepercayaan terhadap Indonesia tetap kuat di tengah gejolak global.

“Yang kedua adalah masyarakat internasional itu masih percaya dengan bahwa Indonesia ini punya growth story gitu ya. Kita punya cerita pertumbuhan yang convincing gitu. Data-data kita walaupun di tengah gejolak yang seperti ini itu ternyata kita masih bisa resilient dan punya engine-engine pertumbuhan yang promising.”

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas laporan terbaru S&P Global Ratings yang memutuskan mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level investment grade. Keputusan itu sekaligus mempertahankan outlook stabil terhadap perekonomian nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia.

Dalam laporannya, S&P menilai Indonesia masih memiliki fundamental ekonomi yang relatif kuat. Sejumlah indikator seperti tingkat utang pemerintah yang terjaga, prospek pertumbuhan ekonomi, serta komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal menjadi faktor utama yang mendukung keputusan tersebut.

Lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat itu juga memandang tekanan terhadap kondisi fiskal Indonesia masih bersifat sementara. S&P memperkirakan posisi fiskal pemerintah berpotensi membaik dalam beberapa tahun ke depan seiring peningkatan penerimaan negara, penguatan aktivitas ekonomi, serta pengelolaan belanja negara yang lebih efisien.

Di sisi lain, pemerintah menilai keputusan S&P menjadi dorongan positif bagi kepercayaan pelaku pasar dan investor internasional terhadap perekonomian Indonesia. Status investment grade yang tetap dipertahankan diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi.

Ke depan, pemerintah memastikan akan tetap menjalankan kebijakan fiskal secara hati-hati dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah tersebut juga diiringi upaya menjaga stabilitas makroekonomi agar Indonesia mampu menghadapi berbagai risiko global tanpa mengurangi ruang bagi program-program pembangunan.