DETIKMERDEKA – Ketua Harian Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Don Muzakir, menegaskan perlunya penguatan struktur organisasi di Jawa Timur. Ia menilai langkah ini penting agar peran organisasi semakin terasa bagi para pedagang pasar, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Don Muzakir menegaskan Jawa Timur memiliki posisi strategis. Wilayah ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional.
Ia meminta APPSI segera bertransformasi. Langkah yang didorong antara lain pembentukan unit usaha dan memperluas keanggotaan.
“APPSI harus melebarkan sayap. Kita harus berada dekat dengan pedagang pasar dan merekrut sebanyak-banyaknya anggota agar suara pedagang lebih terdengar dan memiliki daya tawar yang kuat,” kata Don Muzakir, pada Kamis, 30 April 2026.
Ia juga menyampaikan sejumlah arahan strategis kepada pengurus di daerah, guna memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah.
Pembentukan kepengurusan diminta dipercepat. Struktur organisasi harus terbentuk mulai dari tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga komisariat di setiap pasar.
APPSI juga diminta aktif memantau kondisi pasar. Organisasi diharapkan menjadi penghubung informasi dari lapangan.
Peran ini dinilai penting untuk menyampaikan kondisi riil kepada pemerintah, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemantauan mencakup harga dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
Selain itu, Don Muzakir mendorong pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda), ini diharapkan menjadi momentum penyegaran organisasi.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi. Pengurus diminta membentuk unit usaha untuk mendukung kesejahteraan anggota.
“Kita harus siap menyongsong hari baru. Dengan kepengurusan yang solid hingga tingkat komisariat, APPSI akan menjadi jauh lebih baik dan mampu memberikan dampak nyata bagi seluruh pedagang di Jawa Timur,” ujar Don Muzakir.
Langkah penguatan ini dilakukan untuk memperjelas peran APPSI. Organisasi diharapkan tidak hanya bersifat seremonial.
Menurut Don Muzakir, APPSI ini harus menjadi wadah perjuangan ekonomi yang lebih aktif. Peran organisasi diarahkan untuk memberi solusi bagi persoalan pedagang di lapangan.[]


















