DETIKMERDEKA – Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan seiring meredanya ketidakpastian global. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai kondisi ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia.
Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026), Purbaya menyebut membaiknya situasi global turut mendorong penguatan mata uang rupiah serta kenaikan indeks saham domestik.
“Ketidakpastian global mulai berkurang. Ketika situasi lebih stabil, rupiah ikut menguat dan IHSG juga mengalami kenaikan cukup signifikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini gejolak eksternal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan domestik. Ketika tekanan global mereda, maka fundamental ekonomi Indonesia kembali terlihat lebih kuat.
“Kalau sentimen global membaik, maka fondasi ekonomi kita akan lebih terlihat. Itu yang sekarang mulai terjadi,” tambahnya.
Berdasarkan data perdagangan, dolar Amerika Serikat (AS) tercatat melemah terhadap rupiah pada awal sesi perdagangan. Mata uang AS turun sekitar 0,58 persen ke level Rp17.006, meskipun masih berada di kisaran Rp17.000-an.
Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan juga menunjukkan tren positif. Pada pukul 09.05 WIB, IHSG berada di level 7.143,00 atau menguat sekitar 2,47 persen.
Penguatan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi nasional, terutama di tengah meredanya tekanan eksternal.
Pemerintah optimistis, jika stabilitas global terus terjaga, maka kinerja ekonomi domestik akan semakin solid, ditopang oleh fundamental yang dinilai cukup kuat dalam menghadapi berbagai dinamika global.


















