Pedagang Keluhkan Sampah Depan Lapak, Pedagang : Tak Pernah Diangkut Petugas, Koordinator Kebersihan Jarang Masuk Kerja

Pedagang Keluhkan Sampah Depan Lapak,  Pedagang : Tak Pernah Diangkut Petugas, Koordinator Kebersihan Jarang Masuk Kerja 

DETIKMERDEKA.COM,- Sampah bertumpuk di depan lapak lapak pedagang pasar hingga menimbulkan bau tak sedap bahkan sudah mengeluarkan belatung, akibatnya keluhan pedagang dan pembeli pun terganggu dengan pemandangan kurang sedap dan timbulkan bau menyengat

Pasalnya sejak sebelum lebaran sampah beraneka ragam tersebut sudah kian menumpuk depan lapak milik pedagang bahkan hingga kini lewat idul Fitri pun belum terangkut oleh petugas seolah kordinator kebersihan sengaja meninggalkan sampah pasar tersebut sampai lewat berlebaran

” Pedagang marah kesal sampah banyak di dalam pasar ada belatungnya, kok di diamkan,” ujar suara pedagang Marvel bukan nama sebenarnya dan salah satu pedagang pasar Ciputat, seperti dilansir dari laman portaldesa.co, Senin, 15 April 2024

Dia pun menyebutkan, seluruh pedagang mengeluhkan jarang masuknya kordinator kebersihan tetapi saat memungut uang salar ke pedagang selalu hadir

” Semua persoalan sampah ini kepala pasar sudah mengetahuinya  dan ini pun sudah dilaporkan,” jelasnya

” Ya betul kepala pasar sudah disampaikan keluhan dan jawabnya itu tugas kordinator kebersihan jika tidak benar tugasnya cukup pecat saja,” timpal Marvel

Berdasarkan pantauan awak media masih banyaknya sampah menumpuk dibeberapa titik lapak milik pedagang bahkan kian tinggi, bau menyengat dan belum diangkut petugas kebersihan 

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan serius dari pihak terkait atas penumpukan sampah yang tercecer sejak ramadhan hingga idul Fitri 1445 hijriah tersebut

Sebelumnya keterangan yang diperoleh dari pedagang bahwa kepala pasar sudah menyampaikan keluhan pedagang atas tumpukan sampah depan lapak milik pedagang namun ditanggapi sudah diberikan kepada masing masing kordinator untuk persoalan tersebut

Ditempat terpisah aktifis Cipasera Yardin Zulkarnaen mengatakan ” Sampai kapan Pun Pasar Ciputat tidak akan menjadi lebih baik, jika tidak ada Solusi Lain kalau masih dipertahankan Seperti Kondisi Sekarang Ini, Solusi nya Pasar Pasar itu  di bawah wewenang dan kebijakan Perumda/BUMD Tangsel atau diserahkan ke Pihak Swasta atau Swastanisasi pengelolaannya,” ungkap Yardin juga pernah ikut dalam kontestasi sebagai caleg Partai Golkar 2024 di Kota Tangerang Selatan.

” Dan kalau pasar masih di bawah Dinas Indag, bakal begini terus. Pasar di Bawah Dinas Indag menyebabkan antara lain: 
1.PAD tidak meningkat karena banyaknya kebocoran.
2.saling lempar tanggung jawab.
3.SDM nya tidak disiplin dan tidak memiliki tanggung jawab sesuai SOP atau dis jobnya, dan
4.Adanya Oknum yang akan merusak tata kelola pasar pasar tradisional di Kota Tangerang Selatan. 

Sementara Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia ( APPSI)  Kota Tangerang Selatan Hj.Elsye Martinely mengatakan,” jangan menjadikan pasar sebagai komoditas keuntungan pribadi tapi jadikan sebagai sarana kebutuhan selain sebagai tempat berdagang juga obyek wisata perekonomian warga Tangerang Selatan,”. Ujarnya 

” Mari benahi tata kelola pasar pasar secara baik sesuai motto kota ini, cerdas religius dan modern. Tolonglah kepala dinas yang baru saja dilantik bisa turun juga selusuri pedagang yang terkena pungli oleh oknum yang tidak jelas dan supaya Bapak Kepala Dinas pun  dapat memerintahkan bawahannya mendata ulang jumlah  lapak dan berapa ruko di pasar Ciputat, agar tidak ada lagi  pedagang yang berjualan di tepi jalan raya, hingga tercipta kenyamanan dan keamanan bagi pedagang dan konsumen pasar,”  tutup perempuan yang juga aktif di Papera Kota Tangerang Selatan.