Perjalanan Tim Redaksi Detik Merdeka Di Padang Pariaman

Perjalanan Tim Redaksi Detik Merdeka Di Padang Pariaman

DETIKMERDEKA.COM,- Perjalanan dari Jakarta ke Sicincin Padang Pariaman dengan bus lintas propinsi  cukup mengasyikan,  mulai dari Jakarta Tangerang full toll sampai ke Merak, memasuki geladak kapal dan  mengarungi indahnya pemandangan laut, melintasi kapal kapal dan beberapa  pulau kecil, sampailah Ke Bakauheni

Perjalanan  dilanjutkan dalam situasi yang tetap  full toll sampai Palembang , sementara untuk menuju  Sicincin   bus lintas propinsi terus menerobos jalur Jambi dengan  jalan yang berlika liku juga bergelombang bagaikan kapal menerjang ombak diiringi 1/3 penumpang bus mulai merasakan mual dan muntah muntah.

Dan bagi yang tidak merasakannya tentu dapat menikmati pemandangan alam bukit lembah dengan panorama yang indah. perjalanan pun menyusuri Danau Singkarak yang luar biasa luas, panjang dan indah, lalu melewati air terjun lembah Anai dan jalan yang berkelak kelok.

Diantara perjalanan itu telah ada tiang-tiang pancang yang merupakan khabar gembira bahwa saat ini sedang dilakukan pembangunan jalan toll tahap awal Sicincin menuju ke kota Padang

Perjalanan pun sampai di terminal Sicincin yang diteruskan dengan menaiki ojek ria menuju   Korong Ladang Laweh Nagari Sicincin Kec 2×11 Enam Lingkung Padang Pariaman.

Di setiap desa hampir sama Warga memiliki Surau yang berfungsi untuk balai pertemuan dan kegiatan besar seperti perayaan Idul Fitri & Idul Adha dan hanya surau tertentu yang digunakan untuk sholat Taraweh, sholat wajib, serta sholat Jum’at.

Dalam kunjungan hari kedua di Sicincin dan beramadhan dikampung tercinta ini sholat tarawih dilaksanakan  di surau Batu Sicincin Ladang Laweh, pelaksanaanya  dimulai kurang lebih pukul 23.00 sampai pukul 24.00  dengan jumlah shalat sebanyak 21 rakaat, Di hari hari berikutnya mencoba sholat di mesjid Jami Muhammadiyah yang berbeda jumlahnya rakaatnya  yaitu 11 rakaat lalu mencoba di  mesjid Raya Sicincin rakaatnya berjumlah 21 rakaat, dan  sholat isya dimulai  pada pukul 20.00 yang  diisi kajian  dan dilanjutkan  sholat taraweh.

Dari warung kopi diketahui  ternyata Padang Pariaman sangat banyak tempat wisata dan rekreasi

Keesokan hari ada ojek ria yang bersedia mengantar ke pantai terdekat yakni daerah Ulakan yang terkenal dan  sangat banyak nama  nama pantai, pantai Kita, Gondaria, Asean Youth Park,  Sunau, Monumen Perjuangan TNI AL, Ulakan Tapakis dan banyak lagi pantai pantai  dengan panorama ornamen  yang berbeda beda serta pemandangan yang indah

Sebelum menuju pantai ulakan jalurnya melewati masjid tua cagar alam Syech Baharuddin, di wilayah Ulakan Tapakis ada makam Syekh Baharuddin yang merupakan tokoh ulama besar di wilayah Sicincin Padang. Untuk kebutuhan ziarah disekitar makam Syekh Baharuddin di bangun surau surau oleh masing warga desa untuk penginapan dan sholat.  Di tempat yang berbeda ada juga masjid  Agung Syekh Baharuddin nan cukup indah dan besar.

Ojek ria akhirnya menuju air terjun Lembah Anai. ” rekan saya bukan hanya mengantar tapi juga sepanjang perjalanan menjelaskan nama nama  wilayah yang ditelusuri  sekaligus sebagai fotografer, terima Kasih Ojek ria,” cetusku

Kembali lagi menikmati secangkir kopi untuk kemudian menyusuri wilayah Bukit Tinggi hingga ke Padang disarankan untuk menaiki kendaraan umum,

Besok hari dari  surau Batu Sicincin berjalan kaki menuju terminal Sicincin, kemudian naik mobil ELF menuju Bukit Tinggi untuk berswafoto  di Jam Gadang, diperjalanan  berbincang dengan penumpang sejurusan, disarankan untuk turun di Jambe Aiye dilanjutkan naik  angkot berwarna merah menuju ke Jam Gadang

Tiba di Jambe Aiye ternyata nama daerahnya Jambu Air (geli sendiri mendengarnya). Dan sebelum Jam Gadang akan melewati Taman Monumen Proklamator Bung Hatta, Istana Bung Hatta, monumen perjuangan dan beberapa delman untuk berwisata.  Namun disayangkan saat di Jam Gadang tidak bisa dimasuki karena lantaran sedang direnovasi.

Kemudian dari jam Gadang terus  menuju Pasar Bawah untuk melakukan sholat Jum’at di mesjid Ijtihat Ateh Tambua, kemudian melanjutkan naik kendaraan umum ELF menuju ke pantai di Padang

Hingga kembali disarankan untuk turun di Basko kemudian menyambung angkot atau ojek ria. Saat tiba di Basko banyak  penawaran  dari para Ojek Ria, menawarkan diri untuk diantar ke Mesjid Raya Padang yang kemudian menyusuri pinggiran pantai yang sangat panjang dengan berbagai nama dan panoramanya yang  indah,  sampailah di mesjid Al Hakim persis dipinggir Pantai.

Sholat Ashar dilakukan di mesjid Al Hakim, dilanjutkan menikmati Deru ombak pantai, buka puasa bersama, tarawih bersama, tidur di mesjid, saur bersama, subuh bersama.

Bada subuh berdiskusi dan beramah tamah dengan beberapa  jamaah, bagaimana cara  menuju Basko, mereka menyarankan karena masih pagi belum ada angkot, bisa jalan kaki menuju pasar raya, dan sebelum pasar raya naik angkot namun tidak turun di Basko supaya tidak terlalu lama menunggu  ELF penuh, diputuskan  turun di stasiun kereta api Tabing  dan sampai juga di pasar Sicincin.

Di daerah Ladang Laweh mencoba untuk ber jalan jalan , ke penggilingan padi, mandi di sungai  melihat pembangunan jalan toll, persawahan, makam dan melewati luasnya lahan perkebunan warga, lalu ber buka puasa dan bersantap sahur di warung.

Ada  hal hal  yang unik dan perlu diketahui,
1. Nama kecamatan di daerah ini di ambil dari sebutan angka yaitu 2X11 Enam Lingkung.

2. Ada istilah Pusako Tinggi dan Pusako Rendah. Pusako rendah adalah rumah/tanah/lahan yang kita beli dari hasil kita sendiri, sedangkan pusako tinggi adalah tanah/lahan yang akan diwariskan  hanya kepada anak keturunan kita yang wanita/perempuan sedangkan  anak keturunan laki laki ternyata tidak mendapatkan harta waris tersebut.

3.  Yang agak miris adalah persawahan berhektar hektar serta peternak ikan tawar di wilayah Sicincin dan sekitarnya (diantaranya wilayah Pakandangan) sudah hampir 3 tahun mengalami kekeringan, hal tersebut dikarenakan tidak mendapat pasokan air irigasi dari bendungan Lubuk Sikoci

Informasi lainnya, dulu bendungan itu bisa untuk berenang namun saat ini tanggul Bendungan  jebol, hingga tidak lagi bisa untuk berenang warga bahkan irigasi persawahan tidak berfungsi sama sekali. Salah satu kontraktor pernah melakukan perbaikan tanggul namun belum selesai sudah jebol lagi. Dan  tentunya ini tugas pokok Pemerintah daerah khususnya  Propinsi Sumatera Barat beserta dinas terkait atau PU (Pekerjaan Umum.red) untuk segera memperbaiki tanggul Bendungan yang jebol dan tidak perlu menunggu partisipasi parpol parpol.

Warga dan masyarakat sangat membutuhkan irigasi yang berdampak kepada perekonomian kerakyatan.

Mengakhiri perjalan akhirnya tim awak media detikmerdeka.com menuju terminal Sicincin untuk menuju Jakarta, selama di perjalanan wilayah Jambi tetap disuguhkan 1/4 penumpang mual dan muntah muntah. Mungkin kurang mempersiapkan kondisi fisik, perlengkapan jaket kaos kaki serta sarung tangan.

Akhir babak cerita perjalanan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Padang  baik  penduduk di warung kopi , penumpang angkutan umum,  supir ELF dan angkot maupun Ojek Ria yang sangat ramah dan cukup lengkap menjelaskan rute rute yang harus dilalui.

” Semoga tanggul Bendungan  Lubuk Sikoci Ladang Laweh segera diperbaiki dan kebutuhan irigasi warga pun dapat segera terpenuhi,” ungkap Bowie

Tim redaksi Maret 2024, Kecamatan 2X11 Enam Lingkung Nagari Sicincin  Padang Pariaman