Perspektif Holistik Membangun Indonesia Emas 2045

Perspektif Holistik Membangun Indonesia Emas 2045

DETIKMERDEKA.COM,-Kemerdekaan adalah jembatan emas, itulah bait kalimat pendek Bung Karno pada masa masa Kemerdekaan Bangsa Indonesia waktu itu, mungkin itu bertujuan untuk menjawab keraguraguan sebagian pihak tentang kesiapan Bangsa Indonesia pada saat itu. 

Bait kalimat pendek itu juga, mungkin sebagai penegasan kepada Bangsa luar bahwa, bangsa Indonesia akan mampu membangun negaranya setelah melewati jembatan emas kemerdekaan 

Kata emas yang berkaitan dengan bangsa ini kembali populer, seiring dengan target mencapai Indonesia adil makmur, sesuai tekad awal memerdekakan negara ini, yaitu Indonesia Emas tahun 2024.

Tentang target itu, banyak orang yang meragukan bisa dicapai, apabila melihat data komparasi kondisi bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya saat ini. khususnya dari para meter ekonomi, contohnya, dalam kontek GDP, Indonesia saat ini, hanya mempunyai nilai GDP pada posisi  US dolar Rp 1,2 juta sedangkan negara tiongkok berada di kksaran US dolar Rp. 40,20 juta 

Dari sisi komparasi nilai tersebut, memang sebuah nilai yang tidak kecil untuk mengejarnya. Artinya, memerlukan sebuah kerja keras dan sistematis sehingga bisa mencapai sasaran Indonesia Emas tahun 2045. 

Di lain pihak, selain harus mengejar nilai yang tinggi, tenggang waktu dari tahun ini sampai tahun 45, hanya mempunyai tenggang waktu selama 22 tahun. 

Jadi defisit nilai GDP dengan negara tiongkok harus dikejar dengan cara meningkatkan nilai pertumbuhan GDP negara kita lebih dari US dolar Rp 10,50 juta per tahun, bukan sebuah nilai yang kecil. 

Namun demikian, tak ada hal yang tidak mungkin untuk mencapainya. Dengan syarat, ada sebuah upaya perencanaan yang baik, sistematis, terintegrasi, berkesinambungan dan keberlanjutan adalah prasyarat yang harus dilakukan. 

Konsep itu harus jelas tertuang di dalam paket regulasi sehingga wajib diikuti dan ditaati oleh semua pihak, tak terkecuali apabila ada pergantian kepemimpinan nasional sekalipun. 

Regulasi tersebut, akan lebih punya tingkat daya ikat regulasi yang kuat, bila dibentuk dalam sebuah keputusan lembaga tinggi negara MPR melalui TAP MPR RI yang dikemas dalam dokumen semacam GBHN atau apapun namanya. 

Dokumen Garis langkah kerja sebagaimana dimaksud diatas, merupakan tahapan konsep yang jelas, dengan para meter yang mudah diukur, sehingga bisa dengan cepat dilakukan koreksi apabila terjadi deviasi dalam pelaksanaannya. Artinya, siapapun Presiden yang akan menjalankan program pencapaian Indonesia Emas akan mudah diawasi oleh berbagai institusi yang berwenang untuk itu, khususnya oleh DPR RI, DPD RI dan MPR RI sebagai representasi rakyat Indonesia. 

Hal yang tak kalah penting dalam kaitan itu adalah, diperlukannya seorang pemimpin yang mampu melihat dan membaca persoalan bangsa dari semua potensi dan kepentingan bangsa secara keseluruhan.  Kemudian, hasil dari bacaannya  mampu menyatukannya dalam sebuah paket ketahanan negara. 

Ketahanan negara dimaksud, anatara lain meliputi : ketahanan sandang, pangan, papan, teritorial darat, laut, udara, ketahanan kesehatan, dan militer. 

Pintu masuk pembentukan ketahanan negara sebagaimana diuraikan di atas, antara lain, dapat dimulai dari pemberian asupan gizi untuk ibu hamil, menyusui, balita, agar mampu tumbuh kembang menjadi generasi yang kuat, handal dan cerdas. 

Dalan konteks ini, Susi Pudjiastuti seorang pengusaha perempuan andal yang Mantan Menteri Kelautan, menyebutkan bahwa dia akan mendukung orang yang mempunyai kemampuan holostik dalam membaca persoalan bangsa, khususnya persoalan laut. Kenapa demikian?? Karena orang yang berkemampuan membaca persoalan negara secara holistik sangat jarang, tapi menurutnya itu ada dalam diri Prabowo Subianto. 

Susi mencontohkan, bahwa Prabowo melihat  seorang nelayan tidak hanya sebagai penangkap ikan semata. Nelayan adalah mata dan telinganya  intelejen untuk pulau terluar bagi keamanan negara. 

Terus keraguan apalagi dari kemampuan seorang Prabowo Subianto dalam menghantarkan Indonesia Emas tahun 2045? Susi Pujiastuti saja dukung!!! 

Waalohualam bisshowab

Jakarta, 7 Nopember 2023

oleh : Nandang Sudrajat (Sekjend DPP Papera)