Menhan Prabowo Fokus Gagas Ekonomi Kerakyatan
DETIKMERDEKA.COM- Salah satu yang menjadi perhatian penting Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prabowo dalam memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia adalah masalah ekonomi, persoalan ini kemudian mengarah pada kesejahteraan, kemandirian, dan kemakmuran rakyat.
Bagi Prabowo aspek ekonomi dalam kehidupan rakyat adalah masalah fundamental yang harus dibicarakan. Sebab bagaimana pun, keberlangsungan hidup rakyat bergantung pada bagaimana pemerintah mampu mengelola sumber daya alam (SDA) ekonomi Indonesia.
Seperti di lansir dari laman mypresident.id, Senin (3/7/23), fokus Prabowo akan secepatnya merealisasikan visinya yakni membangun ekonomi kerakyatan yang kuat dan pemberdayaan ekonomi mandiri yang tidak bergantung lagi pada tenaga-tenaga bangsa lain.
Setidaknya ada lima program ekonomi kerakyatan ala Prabowo yaitu kesehatan, pendidikan, perumahan, sembako, dan pinjaman untuk usaha. Gagasan ini ingin direalisasikan Prabowo untuk membantu masyarakat kelas bawah atau wong cilik.
Pertanyaannya, mengapa lima program ini sangat penting? Sebab, lima program ini, menurut Prabowo akan melancarkan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih cepat.
Dari kelima program ini, setidaknya ada 2 program yang tengah gencar dikampanyekan oleh Menhan Prabowo yaitu program kesehatan dan pendidikan.
Pertama, tentang kesehatan. Disadari atau tidak, hingga saat ini sektor kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah Indonesia. Masalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan misalnya, masih jauh dari harapan dan makna keadilan.
Pasien BPJS, pelayanannya masih dibedakan dengan pasien umum. Masalah ini sudah menjadi rahasia umum. Kita perlu mengakui itu.
Oleh karena itu, Prabowo ingin masalah kesehatan menjadi perhatian. Ia ingin nantinya, tak ada lagi keluhan bahwa kesehatan hanya diperuntukkan kepada mereka yang berpenghasilan tinggi.
“Kalau sakit bisa ke rumah sakit dengan baik, bisa berobat tidak usah bayar terlalu tinggi. Kalau perlu tidak bayar sama sekali,” terang Menteri Pertahanan Prabowo
Kedua, soal pendidikan. Sejak dilantik sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo sangat gencar mengampanyekan pendidikan gratis; memberikan beasiswa anak kurang mampu hingga menyekolahkan mahasiswa ke luar negeri. Seperti yang dilakukannya di Universitas Pertahanan (Unhan).
“Kau anak orang besar, orang kecil, tidak ada perbedaan. Yang penting adalah lulus persyaratan masuknya,” tegas Prabowo.
“Di Universitas Pertahanan, saya minta dukungan Presiden dan Menteri Kesehatan, saya bentuk empat fakultas baru. Ada Farmasi, Kedokteran, Teknik. Masuk ada persyaratan, nilai Fisika dan Matematika, di SMA harus 9, kedua IQ harus 120 tidak ada surat-surat, tidak ada rekomendasi yang berlaku,” ujar Prabowo.
“Dan Alhamdulillah, anak buruh yang dibayar harian bisa masuk Universitas Pertahanan, belajar teknik elektronika dan ada anak tukang bakso dan cendol sekarang belajar teknik mesin,” ucap Menhan Prabowo.
Memberikan akses pendidikan kepada rakyat adalah salah satu harapan Prabowo sejak dulu. Prabowo ingin tak ada lagi orang tua yang kebingungan menyekolahkan anaknya ke mana. Karena dengan membuka akses pendidikan seluas-luasnya, akan membuka peluang Indonesia menuju kebangkitan ekonomi.
Hal ini tentunya selaras dengan program Hilirisasi Presiden Jokowi. Prabowo dan Jokowi punya kesamaan gagasan yaitu ingin sumber daya alam Indonesia yang melimpah ini dikelola oleh anak-anak bangsa sendiri dan tidak tergantung lagi dengan bangsa lain.
Karena dengan mengelola sumber daya alam sendiri, menurut Prabowo, akan memberikan nilai ekonomi lebih. Bahkan, nilainya bisa berkali-lipat.
Untuk itu, pemerintah perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan ini; membuka seluas-luasnya akses pendidikan kepada masyarakat, tanpa ada diskriminasi


















