Nelayan di Pidie Jaya Terima Bantuan 14 Mesin Kapal dari KKP

DETIKMERDEKA – Sebanyak 14 nelayan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menerima bantuan mesin kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Bantuan diserahkan ke nelayan yang kapalnya mengalami kerusakan berat akibat bencana hidrometeorologi pada 2025.

Bantuan mesin kapal ini upaya memulihkan aktivitas perikanan tangkap yang terdampak bencana. Penggantian mesin diharapkan membantu nelayan kembali melaut setelah kehilangan atau mengalami kerusakan alat kerja.

Mesin tersebut diperuntukkan bagi kapal penangkap ikan berukuran di bawah 5 gross tonnage (GT). Ukuran kapal ini umumnya digunakan nelayan kecil untuk menjalankan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan sekitar.

Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan, bantuan tersebut memiliki peran penting dalam memulihkan usaha perikanan tangkap masyarakat. Kerusakan mesin kapal selama bencana membuat sebagian nelayan kesulitan kembali menjalankan pekerjaannya.

“Kami berharap bantuan tersebut dapat membantu nelayan memulihkan kembali aktivitas ekonomi dan mata pencaharian pascabencana,” kata Sibral dalam keterangan tertulis, pada Selasa, 3 November 2026.

Sibral berharap para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. Ia juga meminta nelayan merawat mesin kapal agar bisa digunakan dalam jangka panjang.

Menurut dia, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki fasilitas umum dan infrastruktur yang rusak. Pemerintah juga perlu membantu masyarakat mengembalikan mata pencaharian agar mereka dapat kembali memenuhi kebutuhan keluarga.

“Pemerintah daerah terus berupaya mendorong percepatan pemulihan pascabencana, tidak hanya melalui perbaikan infrastruktur,” ujar Sibral.

Pemulihan ekonomi masyarakat menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Sektor perikanan dan kelautan termasuk bidang yang perlu mendapat perhatian karena menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga nelayan.

Kerusakan mesin kapal dapat membuat nelayan kehilangan kemampuan untuk melaut. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap pendapatan keluarga karena aktivitas penangkapan ikan menjadi terhenti atau berkurang.

Karena itu, penggantian mesin menjadi salah satu kebutuhan penting bagi nelayan yang terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban nelayan sekaligus mempercepat pemulihan usaha mereka.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya Fajri juga berharap bantuan mesin kapal tersebut dapat menggerakkan kembali aktivitas perikanan tangkap masyarakat.

“Melalui bantuan tersebut diharapkan para nelayan dapat kembali melaut, meningkatkan produktivitas, serta secara bertahap memulihkan kondisi ekonomi keluarga pascabencana,” kata Fajri.

Bantuan 14 mesin kapal tersebut langkah pemulihan sektor perikanan di Pidie Jaya setelah bencana hidrometeorologi 2025. Pemerintah daerah berharap nelayan penerima bantuan dapat segera kembali menjalankan aktivitas penangkapan ikan.[]