John Herdman Ungkap Rahasia Gol Cepat Timnas Indonesia, Berawal dari Latihan 30 Detik

DETIKMERDEKA – Pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman mengungkap rahasia di balik gol-gol cepat timnya saat mengalahkan Bangladesh 9-2 pada laga FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Kemenangan telak itu membawa Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda finis di puncak Grup A dengan tujuh poin dari tiga pertandingan. Indonesia unggul atas Malaysia karena memiliki produktivitas gol yang lebih baik.

Indonesia mencetak sembilan gol dalam pertandingan tersebut. Mitchell Baker menjadi pencetak gol terbanyak dengan lima gol.

Baker mencetak gol pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7. Tiga gol lain dicetak Rizky Ridho pada menit ke-32, Justin Hubner pada menit ke-45+1, Luke Vickery pada menit ke-90, serta Kevin Diks pada menit ke-90+6.

Dua gol terakhir bahkan tercipta hanya dalam satu menit. Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6. Baker kemudian mencetak gol kesembilan pada menit ke-90+7.

Indonesia juga memperlihatkan respons cepat setelah Bangladesh mencetak gol pertama. Shahriar Emon memperkecil ketertinggalan pada menit ke-36. Baker membalas hanya satu menit kemudian untuk mengembalikan keunggulan Indonesia.

Herdman mengatakan kebiasaan mencetak gol cepat tersebut sudah dilatih sebelum pertandingan.

“Kemarin dalam latihan, kami melakukan sebuah latihan dan saya bertanya kepada mereka, ‘Berapa banyak gol yang bisa kita cetak dalam 30 detik?’,” kata Herdman dalam jumpa pers di SUGBK.

“Mereka menjawab tiga. Saya bilang, ‘tidak mungkin’, ternyata kami mencetak tiga gol dalam 37 detik. Mereka percaya,” kata dia.

Latihan tersebut bukan sekadar permainan di sesi persiapan. Herdman mengatakan latihan itu ikut membangun keyakinan pemain ketika pertandingan berjalan dalam situasi sulit.

Herdman menilai keyakinan tersebut tetap terlihat ketika Bangladesh mampu memperkecil skor pada babak pertama. Indonesia tidak lama kemudian membalas dan kembali menjaga jarak.

Respons serupa muncul pada penghujung pertandingan. Indonesia sempat hanya unggul 7-2 setelah Luke Vickery mencetak gol pada menit ke-90. Bangladesh kemudian mencetak gol kedua melalui Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90+1.

Situasi itu membuat Indonesia membutuhkan dua gol tambahan untuk memastikan posisi teratas Grup A. Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6. Baker kemudian menutup pertandingan dengan gol pada menit ke-90+7. Dua gol tersebut membuat Indonesia unggul produktivitas gol atas Malaysia dan memastikan tiket ke final.

Herdman mengatakan sesi latihan sebelum pertandingan membuat pemain tidak kehilangan keyakinan ketika pertandingan berjalan tidak sesuai rencana.

Pelatih asal Inggris itu juga menyinggung situasi tambahan waktu pada babak kedua. Papan yang diangkat ofisial sempat menunjukkan tambahan waktu dua menit. Waktu tersebut kemudian berubah menjadi tujuh menit setelah sejumlah jeda akibat pemeriksaan VAR.

“Ya, saya juga tidak yakin. Ketika mereka mengangkat papan yang menunjukkan tambahan waktu dua menit, saya pikir semua orang di stadion tahu bahwa ada kesalahan. Sebelumnya sudah ada beberapa pemeriksaan VAR,” kata dia.

Herdman mengatakan perubahan waktu tambahan sempat membuat para pemain bingung. Situasi tersebut bahkan dimanfaatkan Bangladesh untuk mencetak gol kedua.

“Jadi ketika kami bertanya kepada ofisial keempat, ‘Apakah ini sebuah kesalahan?’ dia mengatakan iya. Namun, pada momen itu mereka mencetak gol karena para pemain kami kebingungan. Mereka tidak fokus,” kata dia.

Kebingungan tersebut tidak berlangsung lama. Indonesia kembali menyerang dan mencetak dua gol pada masa tambahan waktu.

“Saya pikir itu menjadi momen yang sulit bagi kami. Tetapi lihat bagaimana para pemain ini merespons. Respons mereka luar biasa,” kata dia.

Kemenangan 9-2 membuat Indonesia mengakhiri fase grup dengan catatan tujuh poin. Tim asuhan Herdman meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang. Indonesia juga mencetak 12 gol dalam tiga pertandingan Grup A dan kebobolan empat gol.

Performa tersebut sekaligus membawa Indonesia ke partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia akan menghadapi Thailand yang menjadi juara Grup B.

Final akan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB.

Pertandingan final akan menjadi laga berikutnya bagi Herdman dan skuad Garuda setelah melewati pertandingan dramatis melawan Bangladesh. Persiapan tim kini beralih pada pemulihan kondisi pemain sebelum kembali menjalani persiapan menghadapi Thailand.[]