Hasil Survei PWS: Elektabilitas Prabowo Salip Ganjar dan Anies
DETIKMERDEKA.COM- Political Weather Station (PWS) merilis hasil survei terkait elektabilitas tiga calon presiden (capres) yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. Hasilnya, Prabowo Subianto berada di puncak.
Responden awalnya diberi pertanyaan terbuka atau top of mind mengenai calon presiden. Hasilnya, nama Prabowo Subianto paling banyak disebut publik sebagai sosok yang paling pantas menggantikan Presiden Jokowi, yakni 26,5% responden. Disusu Ganjar Pranowo 22,8% dan Anies Baswedan 13,2%.
Kemudian, responden diberi pertanyaan bersifat tertutup dengan diberi pertanyaan 10 nama tokoh di hadapan responden. Dalam format pertanyaan itu, hasilnya mengerucut tiga nama teratas yakni Prabowo, Ganjar, dan Anies.
“Melalui format pertanyaan tertutup, di mana PWS menyodorkan 10 nama tokoh kepada responden, tetap saja capres pilihan publik menghadapi Pemilu 2024 telah mengerucut pada tiga nama saja, yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan,” ujar peneliti senior PWS, Sharazani dalam paparannya, seperti dilansir dari laman liputan6.com, Jumat (25/8/2023)
Dari tiga nama tersebut, PWS kemudian memberi pertanyaan mengerucut. Kebanyakan responden pun memilih Prabowo Subianto.
Berikut hasil elektabilitas capres simulasi tiga nama:
Prabowo Subianto: 40,8%
Ganjar Pranowo: 35,6%
Anies Baswedan: 19,5%
Tidak tahu: 4,1%.
“Dengan hasil seperti ini, Pilpres akan berlangsung dua putaran dan Anies Baswedan tereliminasi lebih dulu,” katanya.
Metode Survei
Survei yang dirilis PWS, Kamis (24/8/2023), dilaksanakan pada periode 13 hingga 20 Agustus 2023 di 34 provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Jumlah sampel sebesar 1.200 responden diperoleh melalui teknik pencuplikan secara acak bertingkat (multistage-random sampling).
Margin of error survei yakni +/- 2,83%, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara melalui telepon dengan pedoman kuesioner.
Uji kualitas dilakukan melalui telephone-check dan spot-check sebesar 20% dari total sampel. Survei ini juga dilengkapi dengan penelurusan data percakapan warganet (netizen) melalui media monitoring dari berbagai platform media sosial






