DETIKMERDEKA – Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto mencapai 82,1 persen menjelang dua tahun pemerintahannya. Pada saat yang sama, tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Prabowo mencapai 79,3 persen.
Hasil survei Indonesia Network Election Survey (INES) ini dilakukan pada 14-20 September 2026. Survei melibatkan 1.400 responden di 36 provinsi dengan metode multistage random sampling. Margin of error tercatat sekitar ±2,48 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Direktur Eksekutif INES Andri Gunawan mengatakan, survei tersebut dilakukan untuk melihat pendapat masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo menjelang dua tahun masa pemerintahan.
“Mencatatkan tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo sebesar 79,3 persen,” kata Andri dalam keterangan di Jakarta, pada Minggu, 27 September 2026.
Sebanyak 17,4 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Sebanyak 3,3 persen lainnya tidak memberikan jawaban.
Tingkat kepercayaan kepada Presiden Prabowo tercatat 82,1 persen. Sebanyak 16,5 persen responden menyatakan kurang atau tidak percaya, sedangkan 1,4 persen tidak menjawab.
Penilaian responden juga terlihat pada aspek keberanian, ketegasan, dan kecepatan pemerintah menjalankan program yang dinilai pro-rakyat. Sebanyak 78,2 persen responden mengapresiasi aspek tersebut.
“Capaian positif ini menjadi indikator penting bahwa arah kebijakan yang diambil pemerintah berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi harapan masyarakat,” ujar Andri.
Namun, penilaian terhadap pemerintah tidak sama pada setiap bidang. Sektor ekonomi menjadi salah satu catatan dalam survei tersebut.
Tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi tercatat 50,8 persen. Sebanyak 45,1 persen responden menyatakan kurang puas dan 4,1 persen tidak menjawab.
Andri mengatakan kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian tersebut. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi menjadi perhatian dalam hasil survei.
Persoalan lapangan kerja juga mendapat sorotan. Sebanyak 50,7 persen responden menyatakan kurang puas terhadap penanganan sulitnya mencari pekerjaan.
Harga kebutuhan pokok menjadi persoalan lain yang banyak dikeluhkan. Sebanyak 54,8 persen responden menyatakan tidak puas terhadap penanganan persoalan tersebut.
Penilaian terhadap penanganan kemiskinan tercatat lebih tinggi. Sebanyak 68,2 persen responden menyatakan puas dan cukup puas.
Program kesejahteraan sosial dan bantuan sosial mendapat tingkat kepuasan 78,7 persen.
Hasil survei juga mencatat penilaian terhadap diplomasi pemerintah. Sebanyak 80,3 persen responden menyatakan puas dan percaya terhadap strategi diplomasi Prabowo yang membawa agenda penguatan ekonomi Indonesia sebagai salah satu prioritas dalam lawatan ke luar negeri.
Sebanyak 16,4 persen menyatakan tidak puas dan tidak percaya. Sebanyak 3,3 persen tidak memberikan jawaban.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga masuk dalam survei. Sebanyak 78,2 persen responden menyatakan setuju program tersebut dilanjutkan.
Sebanyak 18,4 persen responden tidak setuju MBG dilanjutkan. Sebanyak 3,4 persen lainnya tidak menjawab.
Andri menilai dukungan tersebut menunjukkan MBG dinilai berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat di berbagai lapisan.
Hasil survei itu menunjukkan penilaian masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo memiliki perbedaan menurut bidang yang ditanyakan. Penilaian terhadap kepemimpinan dan tingkat kepercayaan tercatat tinggi, sementara sektor ekonomi mendapat angka yang lebih rendah.
Perbedaan itu terlihat ketika angka kepuasan terhadap kepemimpinan mencapai 79,3 persen, sedangkan kepuasan terhadap kinerja ekonomi berada di angka 50,8 persen.
Persoalan lapangan kerja dan harga kebutuhan pokok juga masih menjadi catatan dalam survei. Survei tersebut menunjukkan isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Survei INES dilakukan pada September 2026 di 36 provinsi dengan jumlah responden sebanyak 1.400 orang. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,48 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[]






