DETIKMERDEKA — Adik Presiden RI Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukanlah ide baru yang muncul menjelang kontestasi politik. Ia menyebut gagasan tersebut sudah dirancang jauh sebelum berdirinya Partai Gerindra.
Dalam sebuah acara di Jakarta, Hashim menjelaskan bahwa ide MBG telah muncul sejak tahun 2006. Pada periode tersebut, Prabowo disebut mulai menaruh perhatian serius terhadap persoalan gizi, khususnya tingginya angka stunting di Indonesia.
Menurut Hashim, kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang stunting menjadi pemicu utama lahirnya gagasan tersebut. Ia menilai kondisi gizi buruk berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan jika tidak segera ditangani.
Ia juga menegaskan, pada saat ide itu muncul, Prabowo bahkan belum memiliki rencana politik untuk mendirikan partai. “Belum ada partai, belum ada Gerindra, bahkan belum ada bayangan untuk membentuknya,” ungkap Hashim, menekankan bahwa gagasan itu murni lahir dari keresahan sosial, bukan kepentingan politik sesaat.
Program MBG sendiri kini menjadi salah satu kebijakan utama pemerintahan Prabowo, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting nasional.
Pernyataan Hashim ini sekaligus menjadi narasi bahwa program tersebut memiliki akar pemikiran jangka panjang, bukan sekadar agenda populis yang muncul dalam momentum politik.















