Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Pegang Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Tengah Konflik Global

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam peresmian 218 jembatan yang digelar secara hybrid melalui konferensi video dari Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3).

banner 336x280

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia akan terus berada pada jalur politik luar negeri yang tidak memihak kepada blok kekuatan mana pun. Menurutnya, prinsip tersebut merupakan fondasi penting dalam menjaga hubungan baik dengan berbagai negara di dunia.

“Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, nonblok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun. Kita menghormati semua kekuatan. Kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia,” ujar Presiden.

Prabowo juga menyoroti situasi global yang saat ini diwarnai oleh berbagai konflik di sejumlah kawasan dunia. Ia menilai eskalasi ketegangan internasional menunjukkan bahwa dunia sedang menghadapi periode yang penuh tantangan dan ketidakpastian.

Presiden menyinggung konflik besar yang terjadi di Eropa, khususnya perang di Ukraina, serta meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Meski secara geografis Indonesia berada jauh dari wilayah konflik tersebut, dampak situasi global tetap dapat dirasakan karena dunia kini semakin terhubung.

“Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena,” katanya.

Menurut Prabowo, sikap Indonesia yang tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu merupakan cerminan dari nilai-nilai kebangsaan yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika, kata dia, juga tercermin dalam cara Indonesia membangun hubungan dengan berbagai negara.

Ia menegaskan bahwa Indonesia menghormati seluruh bangsa, agama, ras, dan kelompok etnis di dunia, sebagaimana nilai tersebut juga menjadi dasar kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis. Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai,” ujar Presiden.

banner 336x280