Prabowo Tegaskan Komitmen Atasi Stunting dan Dorong Ekonomi Inklusif di Business Summit AS

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia, menekan angka stunting, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri sesi roundtable Business Summit dalam rangka kunjungan kerjanya di Amerika Serikat, Rabu (18/2).

Dalam sambutannya, Presiden mengungkap pengalaman turun langsung ke desa-desa menjadi titik balik pemahamannya terhadap persoalan stunting di Indonesia.

banner 336x280

“Saya menanyakan usia mereka dan anak-anak yang saya kira berusia empat, lima, enam tahun, ternyata berusia sepuluh, sebelas, dua belas tahun. Kemudian saya mengetahui bahwa 25 persen anak-anak kita mengalami stunting, pertumbuhan terhambat,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melakukan realokasi anggaran melalui efisiensi belanja negara. Pengeluaran yang dinilai tidak produktif dan berpotensi disalahgunakan dipangkas, lalu dialihkan ke program prioritas pembangunan manusia.

“Inilah yang saya gunakan untuk mengalokasikan kembali dana ke program-program tersebut. Jadi, saya dituduh boros, dan sebagainya. Tidak, tidak, ini adalah pengalokasian kembali sumber daya,” kata Presiden.

Salah satu program utama yang didorong pemerintah adalah penyediaan makan bergizi gratis bagi anak-anak. Program ini, menurut Presiden, telah mendapat perhatian dan pengakuan internasional.

“Setiap dolar yang dihabiskan untuk makanan gratis bagi anak-anak, menurut Rockefeller Institute, pengembaliannya setidaknya 7 dolar, tetapi dalam jangka panjang dapat memberikan pengembalian hingga 35 kali lipat,” ujarnya.

Presiden menambahkan, program tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga menciptakan efek pengganda ekonomi. Mulai dari pembukaan lapangan kerja hingga peningkatan permintaan produk pertanian dalam negeri.

Di hadapan para pemimpin bisnis Amerika Serikat, Presiden juga menegaskan komitmen Indonesia menjaga iklim investasi yang kondusif serta memperkuat kemitraan strategis jangka panjang.

“Seharusnya ini menjadi situasi saling menguntungkan dan semua orang mendapat manfaat. Dengan manfaat, akan tercipta kemakmuran. Itulah pelajaran yang saya pelajari dari sejarah. Kemakmuran berasal dari tata pemerintahan yang baik, pemerintahan yang bersih. Kemakmuran berasal dari stabilitas,” tutupnya.

banner 336x280