PB SEMMI Minta Pemerintah Usut Tuntas Mafia Minyak Goreng
DETIKMERDEKA.COM- Sekjend PB SEMMI Ahmad Marzuki Tokan meminta kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut tuntas sampai ke akar akarnya, siapa saja yang terlibat dalam kasus Korupsi penjualan Minyak Goreng yang merugikan Negara sampai Rp. 6,47 Triliun.
Seperti diketahui setelah kejaksaan menetapkan 3 perusahaan minyak sawit sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi minyak goreng (migor).
Ketiganya adalah Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas Group yang membuat kerugian negara sebesar Rp 6,47 Triliun.
“ Monopolisasi dalam penjualan Minyak goreng ini oleh beberapa perusahaan swasta yang memaksa Negara mengambil sikap untuk menstabilkan harga pasar kerugian inilah yang dimana berdampak dan membuat masyarakat Indonesia menjerit kesengsaraannya,” ujar Ahmad Marzuki Tokan, seperti dilansir dari laman lidinews.id, Sabtu (24/6/23)
Seluruhnya adalah pemain besar dalam industri minyak goreng Indonesia, bahkan produksinya sukses menguasai pasar minyak Goreng di Tanah Air. “ Ini kejahatan yang sangat melukai Hati Rakyat Indonesia dimana kita ketahui bersama bahwa minyak goreng merupakan bahan pokok dapur bagi ibu rumah tangga,” imbuhnya
Petani kelapa sawit yang mendapatkan harga murah namun tenaganya hanya di hisap oleh para pemain perusahaan tersebut dalam pengelolaan ini dari hulu sampai hilir perlu adanya usut tuntas secara spesifik dan teliti pasalnya regulasi yang mengatur penjualan minyak goreng ini pun terkesan seperti bahan candaan belaka.
“ Hari ini pemerintah seolah menunjukkan kebobrokannya karena tidak ada keterpihakannya untuk masyarakat sendiri,” kata Ahmad Marzuki Tokan
Ahmad Marzuki Tokan juga menyebutkan bahwa sudah waktunya pemerintah mengambil sikap tegas dan kongkret karena minyak goreng merupakan komoditas yang substansial dalam kehidupan warga negara Indonesia. “ Hari ini pemerintah terkesan apatis dalam penegakan kasus mafia minyak goreng,” tegasnya
“ Kita juga meminta kepada pemerintah untuk mencabut izin segala perusahaan yang terlibat didalamnya serta meminta Kementerian Perdagangan serius memberantas mafia minyak Goreng yang selama ini merupakan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dan meminta semua penegakkan Hukum tidak tebang pilih dalam menangkap semua yang terlibat karena akibat korupsi tersebut terjadi kelangkaan dan kemahalan harga minyak goreng di pasar,” ungkapnya
Lebih lanjut dikatakan, jika kemudian apa yang menjadi keinginan kita dan masyarakat Indonesia terhadap pemberantasan korupsi tidak serius maka kami dari PB SEMMI siap untuk turun ke Jalan. “ Menyuarakan apa yang menjadi kepentingan dan yang paling penting komitmen Pemerintah bapak Jokowi untuk memberantas Korupsi dan mensejahterakan rakyat benar adanya,” pungkasnya















