Survei SMRC: Pemilih Kritis Cenderung Pilih Prabowo
DETIKMERDEKA.COM- Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) sekaligus Calon Presiden (Capres) RI 2024 kembali meraih poling tertinggi. Menhan Prabowo meraih elektabilitas tertinggi sebagai Capres yang banyak dipilih oleh pemilih kritis.
Hal tersebut berdasarkan hasil survei dari Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pada 2 hingga 5 Mei 2023 yang lalu.
Dalam survei ini diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra itu meraih dukungan dari pemilih kritis sebesar 34,5 persen. Sedangkan dua pesaing lainnya yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meraih angka 33,3 persen.
Di posisi ketiga ada Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan perolehan angka sebesar 21,7 persen. Dengan kata lain, Pilpres 2024 masih bersaing sengit. Terutama antara Prabowo dan Ganjar. Keduanya terpaut hanya 1 poin saja.
“Dari pertanyaan ini kami memperoleh respons bahwa ada 34,5 persen yang memilih Prabowo Subianto kemudian 33,3 persen yang memilih (Gubernur Jawa Tengah) Ganjar Pranowo,” kata Direktur Riset Deni Irvani dalam tayangan Youtube SMRC TV, Pekan (7/5/23) lalu
Deni juga memprediksi jika Pilpres 2024 yang akan datang akan berlangusung dalam dua putaran. Pasalnya, ketiga Capres nampak bersaing ketat. Selain itu, ketiga Capres yang ada hari ini juga tak memiliki elektabilitas di atas 50 persen.
Responden dalam survei ini adalah pemilih kritis yang mempunyai handphone atau smartphone. Alasannya, karena mereka dinilai lebih tahu dan memiliki banyak informasi dibandingkan dengan mereka yang tak memiliki alat komunikasi.
Diketahui, survei ini juga menggunakan metode random digit dialing (RDD). Ada sebanyak 925 orang responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi dan screening.
Responden yang dipilih kemudian diwawancarai oleh pewawancara yang terlatih. Adapun margin of error survei diperkirakan sekitar 3,3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebelumnya hasil survei SMRC menunjukkan kelompok pemilih kritis PDIP, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Dari 23,1 persen pada April 2020, menjadi 16,1 persen pada April 2023. Fakta ini sekaligus menunjukkan kinerja para wakil rakyat di PDIP saat ini, boleh jadi kurang memuaskan.
“Dalam jangka panjang, survei April 2020 hingga April 2023, terlihat ada penurunan dukungan terhadap PDIP di kelompok pemilih kritis dari 23,1 persen pada April 2020, menjadi 16,1 persen pada April 2023,” kata Saiful Mujani (mypresident.id/red)



















