Fadli Zon Soroti Penyerangan Tentara Israel Di Masjid Al Aqsa, Tidak Cukup Dikutuk

banner 468x60

Fadli Zon Soroti Penyerangan Tentara Israel Di Masjid Al Aqsa, Tidak Cukup Dikutuk 

DETIKMERDEKA.COM- Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menyoroti aksi pasukan Israel yang melakukan penyerangan terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa sejak Rabu, 5 April 2023 lalu.

banner 336x280

Dia menilai, aksi penyerangan masyarakat Palestina oleh pasukan Israel di Masjid Al-Aqsa tersebut disengaja dikarenakan penyerangan terus terjadi ketika memasuki bulan Ramadan dihampir setiap tahunnya.

Legislator Gerindra ini berpendapat, bahwa Masjid Al-Aqsa seringkali menjadi tempat dimana pasukan Israel melakukan penyerangan, penangkapan bahkan menewaskan warga Palestina disetiap bulan Ramadan 

Ramadan tahun lalu Israel menyerang Al-Aqsa dan melukai sedikitnya 158 warga Palestina. Ramadan 2021 tentara Israel juga melakukan hal yang sama, bahkan dampaknya termasuk paling berdarah karena memicu serangan Israel ke Gaza yang menewaskan sedikitnya 256 orang, termasuk 66 anak-anak, dan melukai lebih dari 1.900 orang,” kata Fadli, keterangan tertulis dikutip dari laman haluan, Ahad (9/4/23)

“Jadi, serangan brutal Israel di setiap Ramadan dengan target jemaah Al-Aqsa jelas-jelas disengaja. Mereka sangat berniat menodai kesucian Al-Aqsa dan Ramadan. Ini tidak cukup dikutuk keras. Israel harus ditindak keras secepatnya,” sambungnya  

Anggota Komisi I DPR itu menyayangkan sikap PBB, terutama Dewan Keamanan yang terkesan abai dalam peristiwa yang hampir terjadi pada setiap tahunnya. 

PBB terutama Dewan Keamanan seperti tidak belajar dari Bulan Ramadan sebelumnya. Seharusnya PBB sigap dan antisipatif. PBB gagap dan lamban. Jika diperlukan, Dewan Keamanan bisa menurunkan pasukan perdamaian di Al-Aqsa di setiap Ramadan,” tegasnya 

Fadli menambahkan, dengan penyerangan tersebut, Israel bertujuan untuk merobohkan masjid Al-Aqsa dan menggantikannya dengan bangunan lain seperti kejadian yang pernah terjadi diwaktu yang lampau.

“Israel ingin meruntuhkan Al-Aqsa dan menggantinya dengan Temple Mount. Ini pernah sudah terjadi pada Masjid Ibrahimi di Hebron, di mana setengah dari masjid diubah menjadi Sinagog setelah tahun 1967,” tandasnya.

Fadli Zon itu menjelaskan jika Masjid-Aqsa adalah wilayah Palestina yang direbut oleh Israel dan mendapat penolakan pengakuan dari berbagai kelompok.

“Tidak boleh dilupakan bahwa Kompleks Al-Aqsa berada di dataran tinggi di Yerusalem Timur, yang direbut Israel dalam Perang Enam Hari 1967, dan kemudian dianeksasi dalam tindakan yang tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional,” tandasnya.  (haluan/red)

banner 336x280

Berita Terbaru