La Nyala dan Erick Tohir Bertarung Dalam Laga Ketum PSSI

banner 468x60

La Nyala dan Erick Tohir Bertarung Dalam Laga Ketum PSSI 

DETIKMERDEKA.COM- Sepakbola adalah olahraga rakyat yang sangat dicintai oleh seluruh rakyat dunia tanpa kecuali, karena dengan sepakbola semua warga dari semua bangsa dapat berkumpul menyatu dalam laga sepakbola bahkan mampu meredam peperangan yang terjadi antar Negara. Puji Tuhan, Alhamdulilah hingga kini walau terseok seok persepakbolaan di Indonesia namun peranan Indonesia masih setia menjadi tamu undangan dalam pertandingan di tingkat asia bahkan dunia dengan beragam usia pemain bola 

banner 336x280

Saat ini PSSI tengah mencari sosok atau tokoh bangsa yang dianggap layak dan pantas menduduki kursi  ketua umum, malah tak mengherankan jika banyak berkas lamaran sudah langsung di respon oleh pejabat, senator hingga politisi partai untuk bisa meraih kursi ketua umum PSSI 

Diketahui saat lalu PSSI pernah alami dilema atas peristiwa Kanjuruhan Malang yang begitu tragis hingga membuat duka seluruh Rakyat Indonesia terhadap PSSI. 

Persoalan tersebut membuat pelik permasalahan terhadap persepakbolaan Indonesia, alih alih ingin meningkatkan prestasi sepakbola di tanah air justeru yang hadir tewasnya ratusan jiwa manusia menjadi korban sepakbola hingga memekikkan darah penasaran karena yang justeru menjadi korban adalah para supporter sepakbola Indonesia. Peristiwa ini menjadi momen penting bagi para calon ketua umum PSSI

“ Saya tidak pernah tahu kalkulasi hitungan para pejabat, petinggi partai, tokoh bangsa tentang untung dan rugi dalam sepakbola namun rakyat berharap banyak reformasi di tubuh PSSI dapat berjalan sesuai harapan dan cita cita seluruh Rakyat Indonesia, yakni hadir dalam kancah sepakbola dunia mengekor seperti Negara Negara asia yang sudah tampil sebelumnya,” ungkap M Yamin  tokoh pasar Indonesia dan inisiator berdirinya Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera) kepada wartawan, Senin (16/1/23)

Sepakbola Indonesia dalam delik sejarah adalah pertama selalu diungguli oleh PSSI era Ramang dalam kancah Internasional. Ramang (24 April 1924 – 26 September 1987) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia dari PSM Makassar yang terkenal pada tahun 1950-an dan di kenal dengan julukan kurcaci monster. 

Ramang pernah menyebut bahwa pemain sepak bola sepertinya tidak lebih berharga dari kuda pacuan. 

“Kuda pacuan dipelihara sebelum dan sesudah bertanding, menang atau kalah. Tapi pemain bola hanya dipelihara kalau ada panggilan. Sesudah itu tak ada apa-apa lagi,” ucap Ramang dengan kecewa. Namun Ramang sudah berketetapan hati menutup kisah masa lampaunya itu, dikutip dari laman biografi Ramang

“ Sepenggal kisah pesepakbola Indonesia yang sangat rendah hati, berbeda era barangkali tetapi setidaknya kebangkitan sepakbola Indonesia dapat dilakukan saat ini di saat masih merindunya seluruh rakyat Indonesia atas hadirnya sosok ketua umum yang mampu membawa persepakbolaan di tanah air maju melesat bak apollo yang jauh terbang ke angkasa hingga menelurkan kejayaan dan kemajuan bagi sepakbola dalam negeri,” tutur M Yamin 

Indonesia adalah negeri nan subur, banyak pemain pemain sepakbola yang hebat di era milenial saat ini, seluruh rakyat meyakini akan hadir 11 macan asia dalam sepakbola Indonesia yang akan ditukangi oleh 1 singa asia sebagai komando persepakbolaan Tanah air, siapa pun dia, siapa pun latarbelakangnya terpenting adalah mampu membuat gejolak semangat pejuang 45 masih berbekas selalu di regenerasi abad 21 ini 

“ Siapapun terpilih sebagai ketua umum PSSI entah Pak La Nyala atau Pak Erick, terpenting tragedi Kanjuruhan menjadi tabir yang tak pernah terlupakan hingga melahirkan kebahagiaan dan kemajuan sepakbola di tanah air Indonesia, cita cita meraih piala dunia sesungguhnya,” pungkas M Yamin

banner 336x280