Prancis, Inggris, dan Kanada Desak Langkah Nyata bagi Negara Palestina di PBB

DETIKMERDEKA – Prancis, Inggris, dan Kanada mendesak langkah nyata untuk mewujudkan negara Palestina dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa. Menurut laporan Al Jazeera, seruan itu muncul di tengah pembatasan bantuan ke Gaza dan kekhawatiran bahwa perluasan permukiman Israel di Tepi Barat akan menggagalkan solusi dua negara.

Dalam pidatonya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mempertanyakan sikap dunia setelah sejumlah negara, termasuk Prancis, mengakui Palestina setahun lalu. “Kredibilitas apa yang kita miliki jika kita terus bersikap pasif dalam menghadapi Gaza?” ujar Macron, sebagaimana dikutip Al Jazeera. Ia juga mengecam terhambatnya jalur bantuan kemanusiaan dan tindakan Israel di Tepi Barat.

Al Jazeera melaporkan sedikitnya tiga warga Palestina tewas akibat serangan pasukan Israel di Kota Gaza pada hari yang sama, meski gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat telah berlaku sejak Oktober. Dalam laporannya, media itu menyebut jumlah korban tewas di Gaza telah melampaui 73.900 orang sejak Oktober 2023, termasuk 1.399 orang setelah gencatan senjata berlaku. Angka tersebut perlu tetap diatribusikan kepada sumbernya karena dapat berubah.

Secara terpisah, Macron bersama Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud memimpin pertemuan tentang kenegaraan Palestina. Burnham memperingatkan bahwa dukungan lisan terhadap solusi dua negara akan kehilangan makna jika tidak diikuti tindakan. Ia menunjuk pembatasan perdagangan Inggris dengan permukiman Israel di Tepi Barat sebagai salah satu langkah pemerintahnya.

Carney, sementara itu, mengumumkan bantuan Kanada senilai 100 juta dolar Kanada bagi Palestina. Sekitar 80 juta dolar Kanada dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan, sedangkan sisanya ditujukan bagi upaya perdamaian dan keamanan. Kanada juga berencana membatasi barang yang diproduksi di permukiman Israel di Tepi Barat. Langkah tersebut, menurut Carney, dimaksudkan untuk menjaga peluang terwujudnya solusi dua negara.

Pidato Macron disampaikan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji rencana perdamaian Gaza yang diusulkannya dari podium yang sama. Gedung Putih menolak kritik Macron dan menyatakan Trump telah berbuat banyak bagi perdamaian serta stabilitas kawasan.