DETIK MERDEKA Ambisi Manchester City dalam perburuan gelar Premier League mendapat pukulan serius setelah hanya mampu bermain imbang 3-3 melawan Everton dalam laga penuh drama.
Tim asuhan Pep Guardiola sebenarnya tampil meyakinkan di babak pertama. Mereka menguasai jalannya pertandingan dan unggul lewat gol Jérémy Doku menjelang turun minum. Dominasi tersebut membuat City terlihat berada di jalur aman untuk mengamankan tiga poin penting.
Namun situasi berubah drastis selepas jeda. Everton tampil jauh lebih agresif dan mampu memanfaatkan kesalahan fatal di lini belakang City. Dua gol dari Thierno Barry serta satu tambahan dari Jake O’Brien membuat tuan rumah berbalik unggul cepat dalam rentang waktu singkat.
Kondisi ini memperlihatkan rapuhnya pertahanan City di bawah tekanan. Kesalahan individu dan kegagalan mengantisipasi bola mati menjadi faktor utama kebangkitan Everton di babak kedua.
Tertinggal 3-1, City mencoba bangkit. Erling Haaland sempat membuka harapan lewat gol cepat, sebelum Doku kembali mencetak gol di masa injury time untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan.
Meski berhasil menghindari kekalahan, hasil ini justru berdampak besar dalam konteks perebutan gelar. City kini tertinggal beberapa poin dari pemuncak klasemen dan tidak lagi sepenuhnya menentukan nasibnya sendiri dalam title race.
Guardiola pun mengakui situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa timnya kini bergantung pada hasil tim lain untuk tetap menjaga peluang juara—sebuah kondisi yang sebelumnya berada dalam kendali mereka.
Hasil imbang ini bukan sekadar kehilangan dua poin, tetapi juga kehilangan momentum di fase paling krusial musim. Dalam persaingan ketat seperti ini, kegagalan mengunci kemenangan bisa menjadi pembeda antara juara dan hanya sekadar pesaing.






