Pemerintah Genjot Hilirisasi dan Energi Nasional untuk Perkuat Kemandirian

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Pemerintah terus mendorong percepatan hilirisasi industri serta penguatan ketahanan energi nasional sebagai bagian dari strategi besar menuju kemandirian ekonomi. Langkah ini ditegaskan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri di Hambalang, Bogor.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa hilirisasi menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Dari total proyek tahap awal, sebagian sudah memasuki fase pembangunan awal, sementara sisanya akan segera menyusul dalam waktu dekat. Selain itu, pemerintah juga tengah memfinalisasi tambahan proyek hilirisasi dengan nilai investasi ratusan triliun rupiah.

banner 336x280

Di sektor energi, pemerintah menaruh perhatian besar pada pemanfaatan sumber energi domestik. Presiden mengarahkan agar potensi dalam negeri, seperti bioetanol dan biodiesel berbasis minyak sawit, dapat dimaksimalkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi impor. Upaya ini juga diiringi dengan dorongan percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan.

Selain itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga komoditas strategis seperti batu bara dan nikel di pasar global. Meski belum ada perubahan kebijakan, pemerintah membuka peluang penyesuaian produksi secara terukur apabila kondisi harga dinilai stabil dan menguntungkan.

Presiden juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada kepentingan nasional. SDA diposisikan sebagai aset strategis negara yang harus dijaga sekaligus dioptimalkan untuk meningkatkan penerimaan negara, khususnya dari sektor mineral yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal.

Ke depan, pemerintah menargetkan integrasi antara hilirisasi industri, ketahanan energi, dan tata kelola sumber daya alam dapat membentuk fondasi ekonomi yang lebih kuat. Dengan pendekatan ini, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kemandirian nasional di tengah dinamika global.

banner 336x280