Sudaryono: Kementan Pastikan Peternak Jadi Pilar Swasembada Pangan Dalam Negeri

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Kementerian Pertanian terus memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang swasembada pangan nasional.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan sektor ini menjadi prioritas pemerintah. Fokus ini berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

banner 336x280

“Sektor pertanian dan swasembada pangan adalah prioritas utama Bapak Presiden Prabowo. Kami hadir di sini untuk memastikan kolaborasi antara peternak dan pemerintah berjalan kuat demi masa depan pangan kita,” ujar Wamentan Sudaryono.

Pemerintah terus mendorong peternak agar tidak berjalan sendiri. Dukungan diberikan lewat penyediaan bibit unggul, ketersediaan pakan, pengendalian penyakit hewan, hingga akses pasar yang lebih luas. Langkah ini dilakukan agar usaha peternak lebih stabil dan berkelanjutan.

Dialog dengan peternak juga menjadi bagian penting. Sejumlah persoalan dibahas langsung di lapangan. Mulai dari fluktuasi harga pakan, harga ayam hidup, distribusi hasil produksi, hingga regenerasi peternak.

Sudaryono menegaskan peternak rakyat harus menjadi pusat kebijakan. Peran mereka dinilai menentukan keberhasilan pembangunan peternakan nasional.

“Peternak rakyat tidak boleh hanya jadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan peternakan nasional. Pemerintah hadir untuk memastikan usaha mereka tumbuh, untung, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pemilihan Ciamis sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra ayam ras di Jawa Barat. Kontribusinya cukup besar dalam penyediaan protein hewani.

Wilayah Priangan Timur juga memiliki dukungan sumber daya manusia yang kuat. Terdapat lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) peternakan yang aktif mencetak tenaga terampil.

Sudaryono menilai keberadaan sekolah tersebut penting untuk regenerasi peternak. Generasi muda diharapkan mulai tertarik masuk ke sektor ini.

“Kalau anak-anak muda mau masuk ke sektor peternakan, itu artinya masa depan pangan kita aman. Kita butuh peternak muda yang cerdas, adaptif, dan siap bersaing,” katanya.

Sementara itu Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Hary Suhada mengatakan penguatan subsektor perunggasan tidak hanya soal produksi. Faktor kualitas SDM, bibit unggul, dan keberlanjutan usaha juga menjadi kunci.

“Ciamis memiliki kemampuan besar karena tidak hanya menjadi sentra produksi unggas, tetapi juga memiliki dukungan SDM peternakan yang sangat baik. Ini menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan subsektor perunggasan nasional,” kata Hary.

Ia menambahkan penguatan sistem peternakan terus dilakukan dari hulu hingga hilir. Pemerintah ingin memastikan rantai produksi berjalan efisien dan memberi keuntungan bagi peternak.

“Peternak rakyat harus terus diperkuat. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka memiliki akses terhadap bibit yang baik, produksi yang efisien, dan pasar yang pasti. Dengan begitu, swasembada pangan asal unggas dapat berdampak besar terhadap kesejahteraan peternak rakyat,” ujarnya.[]

banner 336x280