Tani Merdeka Indonesia Perkuat Swasembada Pangan 2026, Fokus Tebu dan Jagung

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menekankan pentingnya menjaga swasembada pangan pada 2026. Ia juga mendorong penguatan komoditas tebu dan jagung.

Pernyataan itu disampaikan dalam konsolidasi pengurus Tani Merdeka Indonesia di Solo Raya. Kegiatan ini diikuti pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia dari seluruh Jawa Tengah.

banner 336x280

Don Muzakir menilai Indonesia punya sejarah kuat di sektor gula. Ia ingin kejayaan itu dibangun kembali melalui peningkatan produksi tebu.

“Indonesia pernah mengalami kejayaan gula, kami Tani Merdeka siap mendukung pemerintah dengan swasembada tebu. Tidak hanya tebu juga ada jagung dan kami siap berkolaborasi dengan TNI Polri, siap mendukung program Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Don Muzakir.

Ia meminta pengurus daerah untuk aktif turun ke lapangan. Pengurus diminta memantau kondisi petani, mencatat kendala, dan mendampingi kelompok tani.

Langkah ini sudah berjalan di beberapa daerah. Di Pemalang, pengurus berkoordinasi dengan petugas ulu-ulu untuk menjaga sistem irigasi dan lahan pertanian.

Konsolidasi di Solo Raya memanfaatkan momentum halal bihalal. Pertemuan ini dihadiri pengurus dari Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, Klaten, Karanganyar, dan Sragen.

Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan program pusat hingga ke daerah. Koordinasi dinilai penting agar pelaksanaan program lebih efektif.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menyatakan dukungan terhadap target swasembada tebu.

“Saat ini, Jawa Tengah fokus mendukung swasembada tebu dengan target luas lahan mencapai 13.000 hektar. Hingga kini, luas lahan yang sudah terdata mencapai 8.400 hektar,” ungkapnya.

Wawan menilai target tersebut masih realistis. Ia optimistis luas lahan bisa terus bertambah dalam waktu dekat.

Ia juga menilai keberadaan pabrik gula baru menjadi peluang. Fasilitas pabrik lama juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung produksi.

Pengurus daerah juga mengembangkan demplot pertanian terintegrasi. Program ini menggabungkan sektor perikanan, perkebunan, dan pengolahan pupuk.

Demplot sudah berjalan di Ungaran dan Colomadu, Karanganyar. Lokasi ini menjadi contoh bagi petani di wilayah sekitar.

Wawan berharap seluruh daerah di Jawa Tengah memiliki demplot. Target ini diharapkan tercapai dalam tahun ini.

“Selain infrastruktur dan komoditas, Tani Merdeka juga menaruh perhatian besar pada regenerasi petani. Wawan menekankan pentingnya mengubah pola pikir generasi muda agar beralih dari pola pertanian tradisional menuju modernisasi,” imbuhnya.

Tani Merdeka Indonesia juga menyiapkan program pelatihan. Kegiatan ini akan digelar di Bogor pada Mei mendatang.

Pelatihan berlangsung selama empat hari. Pesertanya terdiri dari petani muda, perempuan tani, dan pengurus daerah.

“Diklat ini diharapkan mampu melahirkan penggerak pertanian modern yang lebih tangguh di daerah masing-masing,” pungkasnya.[]

banner 336x280