DETIKMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada energi bisa tercapai paling lambat pada 2029. Target ini dinilai realistis melihat potensi sumber daya alam Indonesia yang besar.
“Swasembada energi target kita akhir 2029, paling lambat. Kalau bisa lebih dulu, kita akan bekerja cepat,” kata Prabowo saat meninjau perbaikan fasilitas SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu, 30 April 2026.
Presiden menyampaikan hal itu saat berdialog dengan pihak sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kunjungan kerja di daerah.
Ia menilai Indonesia memiliki sumber energi yang melimpah. Potensi ini tersebar di berbagai wilayah dan belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Yang Maha Kuasa telah memberi karunia kita sumber-sumber yang luar biasa. Tinggal kita pandai mengelola atau tidak, kita berani menjaga atau tidak,” jelas Prabowo.
Menurut dia, pengelolaan menjadi kunci utama. Potensi besar tidak akan berarti tanpa tata kelola yang baik.
Prabowo juga mengingatkan risiko yang bisa muncul. Negara dengan sumber daya besar sering menjadi sasaran kepentingan global.
“Biasa kalau namanya negara yang kaya, pasti jadi incaran banyak pihak,” tutur Prabowo.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kepentingan nasional. Pengelolaan sumber daya harus dilakukan secara hati-hati dan terarah.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyinggung sektor pendidikan. Pemerintah menargetkan perbaikan fasilitas sekolah secara bertahap.
Program renovasi menyasar hingga 288 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Target ini ditetapkan hingga tahun 2028.
Pemerintah juga mendorong peningkatan fasilitas belajar. Salah satu fokusnya adalah penggunaan teknologi digital di ruang kelas.
Saat ini, pengadaan smart class board masih terbatas. Rata-rata baru tersedia satu unit di setiap sekolah.
“Sekarang baru satu per sekolah. Ada yang dua. Berarti target kita masih tiap sekolah mungkin 3-4 lagi. Tahun ini kita perjuangkan tiga tambahan ke seluruh Indonesia,” kata Prabowo.
Penambahan perangkat digital diharapkan memperkuat sistem pembelajaran. Guru dan siswa bisa mengakses materi secara lebih mudah.
Sistem ini juga memungkinkan materi pelajaran diputar ulang. Proses belajar diharapkan menjadi lebih interaktif dan efisien.














