Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Menjadi 16 Orang

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Polda Metro Jaya menyampaikan jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Total korban tewas kini mencapai 16 orang.

Informasi ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, kepada wartawan, pada Rabu, 29 April 2026.

banner 336x280

“Korban meninggal dunia bertambah satu orang sehingga total menjadi 16 orang, kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ungkapnya.

Korban terbaru diketahui sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Bekasi. Kondisinya sempat kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban. Duka juga disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Ini menjadi keprihatinan kita bersama saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujar Kombes Budi.

Peristiwa kecelakaan beruntun ini terjadi di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat. Insiden melibatkan taksi online, KRL, dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

Kecelakaan ini menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Dampaknya juga mengganggu operasional perjalanan kereta di jalur tersebut.

Polisi memastikan proses penyelidikan masih berjalan. Penyidik berupaya mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Dugaan awal masih didalami. Polisi menelusuri kemungkinan kelalaian manusia atau gangguan sistem komunikasi.

“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” jelasnya.

Pemeriksaan terhadap sopir taksi online dan masinis kereta dijadwalkan segera dilakukan. Langkah ini untuk memperjelas kronologi kejadian dan menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Polda Metro Jaya juga memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga. Pendampingan mencakup layanan medis dan dukungan psikologis.

Masyarakat diminta tidak menyebarkan konten sensitif terkait korban. Imbauan ini disampaikan untuk menjaga kondisi psikologis keluarga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” tuturnya.

Data sementara hingga Rabu 29 April 2026 pukul 11.00 WIB mencatat total korban mencapai 106 orang. Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka.

Sebanyak 44 korban luka sudah diperbolehkan pulang. Sementara 46 orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.[]

banner 336x280