Hari Buruh 2026, Prabowo Akan Temui Buruh dan Sampaikan Pidato

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 dengan agenda utama di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, kepala negara akan menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan ratusan ribu buruh dari berbagai daerah.

Kepastian kehadiran Presiden disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea usai menghadiri acara halalbihalal buruh bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Tangerang, Banten.

banner 336x280

“Dua minggu lalu saya dipanggil Presiden Republik Indonesia untuk membahas May Day (Hari Buruh) dan dipastikan Presiden Prabowo Subianto akan berada di Monas untuk merayakan May Day bersama 200.000 buruh di Monas pukul 08.00 WIB. Beliau akan menyampaikan pidato kenegaraan,” kata Andi.

Setelah menghadiri peringatan di Jakarta, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan agenda ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilakukan bersama ratusan pimpinan serikat buruh dari seluruh Indonesia untuk meresmikan Museum Ibu Marsinah sebagai simbol perjuangan pekerja.

“Kami bersama Bapak Presiden, bersama Pak Kapolri dan seluruh pimpinan buruh ada sekitar 115 konfederasi dan federasi di seluruh Indonesia hadir ke Nganjuk untuk peresmian Museum Ibu Marsinah,” ucap Andi.

Menurut Andi, peringatan Hari Buruh tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat perjuangan buruh dalam mendorong peningkatan kesejahteraan serta kebijakan yang berpihak pada pekerja. Ia menilai momentum ini penting untuk mempererat komunikasi antara pemerintah dan kalangan buruh.

“Kemarin saya bertemu dengan beberapa petinggi negara untuk membahas beberapa hal sepulang Presiden dari Rusia. Beliau yang akan menyampaikan pengumuman langsung mengenai peningkatan kesejahteraan buruh dan kebijakan beliau akan diumumkan setelah kembali dari kunjungan dari luar negeri,” tuturnya.

Peringatan May Day 2026 diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan kehadiran langsung Presiden serta agenda lanjutan yang menyasar penguatan simbol perjuangan buruh di daerah. Selain itu, pertemuan antara pemerintah dan serikat pekerja diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret dalam memperbaiki kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.

banner 336x280

Berita Terbaru