DETIKMERDEKA— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dominasi sebagai kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hasil survei dari Poltracking Indonesia mencatat bahwa MBG dipilih oleh 36,5 persen responden sebagai program yang paling memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Angka tersebut menunjukkan keunggulan signifikan dibandingkan persepsi terhadap kebijakan lainnya.
Survei ini dilakukan pada periode 2–8 Maret 2026 dengan melibatkan responden dari berbagai wilayah di Indonesia. Metodologi yang digunakan mencerminkan kondisi persepsi publik secara nasional, dengan mempertimbangkan latar belakang sosial, ekonomi, dan demografi responden.
Temuan ini muncul di tengah berbagai kritik dari sejumlah elemen masyarakat terkait implementasi program MBG, mulai dari distribusi hingga efektivitas pelaksanaannya di lapangan. Meski demikian, hasil survei justru memperlihatkan tren positif, di mana mayoritas responden menilai program ini memberikan manfaat langsung, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi.
Program MBG sendiri dirancang sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini, khususnya melalui pemenuhan asupan gizi bagi masyarakat. Persepsi positif yang tercermin dalam survei ini menunjukkan bahwa program tersebut telah dirasakan secara konkret oleh sebagian besar masyarakat.
Dengan capaian tersebut, MBG dinilai menjadi salah satu kebijakan yang memiliki tingkat penerimaan publik yang kuat, sekaligus menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas program prioritas pemerintah di bidang kesejahteraan sosial.



















