Mobil Listrik Bekas Kurang Diminati, Ini Deretan Faktor yang Jadi Penghambat

banner 468x60

DETIKMERDEKA — Di tengah tren kendaraan listrik yang terus tumbuh di Indonesia, pasar mobil listrik bekas justru belum menunjukkan geliat signifikan. Berbeda dengan mobil listrik baru yang kian diminati, segmen kendaraan bekas masih menghadapi berbagai kendala yang membuat konsumen ragu untuk membeli.

Data dari pelaku industri menunjukkan bahwa kontribusi mobil listrik bekas terhadap pasar kendaraan bekas masih sangat kecil, bahkan hanya sekitar 1 persen dari total transaksi. Hal ini mencerminkan bahwa pasar sekunder kendaraan listrik belum benar-benar terbentuk secara kuat di Tanah Air.

banner 336x280

Kendala Skema Kredit Jadi Faktor Utama
Salah satu hambatan terbesar adalah belum tersedianya skema pembiayaan atau kredit untuk mobil listrik bekas. Banyak perusahaan leasing masih enggan memberikan pembiayaan karena khawatir terhadap nilai jual kembali kendaraan yang belum stabil.

Padahal, sebagian besar pembelian mobil bekas di Indonesia masih mengandalkan kredit. Ketika opsi ini tidak tersedia, otomatis jumlah calon pembeli berkurang signifikan.

Depresiasi Harga yang Tajam
Faktor lain yang tak kalah penting adalah penurunan harga atau depresiasi yang cukup drastis. Dalam beberapa kasus, nilai mobil listrik bisa turun hingga sekitar 50 persen dari harga barunya hanya dalam beberapa tahun.

Kondisi ini membuat pemilik kendaraan enggan menjual mobilnya karena merasa rugi, sementara calon pembeli juga ragu karena harga pasar yang belum stabil.

Kekhawatiran pada Kondisi Baterai
Selain aspek finansial, faktor teknis juga menjadi perhatian. Baterai sebagai komponen utama mobil listrik dinilai mahal dan krusial, sehingga kondisi atau battery health menjadi pertimbangan utama bagi calon pembeli.

Minimnya transparansi terkait riwayat penggunaan dan kesehatan baterai membuat konsumen cenderung memilih kendaraan baru yang dianggap lebih aman.

Harga Mobil Baru yang Makin Kompetitif
Menariknya, penurunan harga mobil listrik baru juga ikut memengaruhi pasar bekas. Banyak produsen menawarkan harga promosi atau insentif untuk unit baru, sehingga selisih harga dengan mobil bekas menjadi tidak terlalu jauh.

Akibatnya, konsumen lebih memilih membeli mobil baru dengan teknologi terbaru dan garansi penuh.

Pasar Masih dalam Tahap Awal
Secara keseluruhan, rendahnya minat terhadap mobil listrik bekas menunjukkan bahwa pasar ini masih berada dalam tahap awal perkembangan. Faktor seperti stabilitas harga, dukungan pembiayaan, serta jaminan kualitas—terutama pada baterai—akan menjadi kunci pertumbuhan ke depan.

Dengan semakin banyaknya populasi kendaraan listrik di Indonesia, pasar mobil listrik bekas diprediksi akan berkembang. Namun, tanpa perbaikan ekosistem, segmen ini masih akan tertinggal dibandingkan kendaraan konvensional.

banner 336x280