SURABAYA – Mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Hasan Nuurul Hidaayatullaah, M.Pd. tampil mewakili Indonesia dalam ajang internasional The 12th International Conference on Environment and Renewable Energy (ICERE 2026) yang diselenggarakan di Nha Trang University (NTU), Vietnam, pada 28 Februari – 2 Maret 2026.
Konferensi internasional ini mempertemukan para ilmuwan, peneliti, dan insinyur dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan mempresentasikan riset terbaru di bidang lingkungan dan energi terbarukan.
Peserta datang dari berbagai negara seperti Vietnam, Jepang, Korea Selatan, China, Polandia, Romania, Prancis, Kanada, Thailand, Filipina, Inggris, Kazakhstan, Hungaria, India, Italia, Belgia, Afrika Selatan, Jerman, Turki, hingga Ekuador.
ICERE 2026 bertujuan menjadi forum ilmiah global untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan, inovasi teknologi, serta pengembangan solusi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan energi dan lingkungan di masa depan.
Dalam konferensi tersebut, Hasan mempresentasikan dua artikel ilmiah yang berfokus pada inovasi energi terbarukan dan pengembangan pembelajaran sains berbasis teknologi.
Kedua artikel tersebut berjudul “A Review of Ocean Wave-Based Renewable Energy Systems: Global Research Trends, Challenges, and Sustainability Opportunities” serta “How Perceptions and Innovations through Solar Panels in STEAM Projects?”
Penelitian pertama membahas tren global pengembangan energi gelombang laut sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar untuk mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Sementara itu, penelitian kedua mengeksplorasi bagaimana proyek pembelajaran berbasis panel surya dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dapat meningkatkan kreativitas serta pemahaman mahasiswa terhadap konsep energi berkelanjutan.
“Forum internasional seperti ini sangat penting untuk memperluas perspektif riset sekaligus memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan energi terbarukan dan pendidikan sains,” ujar Hasan.

Konferensi ini dibuka dengan opening remarks oleh Prof. Marco Abbiati, Science and Technology Counsellor Embassy of Italy to Vietnam dari Alma Mater Studiorum – University of Bologna, Italia.
Selanjutnya welcome remarks disampaikan oleh Prof. Trang Si Trung, Dean of School of Fisheries and Life Sciences, Nha Trang University, Vietnam.
ICERE 2026 juga menghadirkan sejumlah keynote speakers dari universitas ternama dunia, di antaranya:
- Prof. Puthenkalam John Joseph – Sophia University, Jepang
- Prof. Ildoo Chung – Pusan National University, Korea Selatan
- Prof. Patrick Townsend Valencia – Escuela Superior Politécnica del Litoral, Ekuador
- Prof. Irene M. C. Lo – Hong Kong University of Science and Technology, China
Selain itu, konferensi ini turut menghadirkan berbagai invited speakers dari institusi internasional, seperti University of Zielona Góra (Polandia), Technical University of Cluj-Napoca (Romania), Ecole Nationale Supérieure des Mines d’Albi (Prancis), Phenikaa University (Vietnam), Thammasat University (Thailand), University of Strathclyde (Inggris), Institute of Combustion Problems (Kazakhstan), hingga Mapua Malayan Colleges Laguna (Filipina).
Selama tiga hari pelaksanaan, konferensi diisi dengan keynote speech, invited speech, diskusi ilmiah, serta parallel sessions yang menjadi wadah bagi para peneliti dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka.
Sebagai tuan rumah, Nha Trang University (NTU) dikenal sebagai salah satu universitas negeri terkemuka di Vietnam dengan sejarah akademik lebih dari 50 tahun dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kelautan, lingkungan, dan teknologi.
Partisipasi Hasan NH dalam forum ilmiah internasional ini tidak hanya menunjukkan kontribusi akademisi Indonesia dalam riset global, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional dalam pengembangan energi terbarukan, inovasi teknologi, serta pendidikan sains yang berkelanjutan.
Keikutsertaan tersebut sekaligus memperkuat peran generasi akademisi muda Indonesia dalam mendorong solusi ilmiah terhadap tantangan energi dan lingkungan di masa depan.
(***)



















