Prabowo Tak Pernah Terlibat Penghilangan Orang, Ini Penjelasannya

banner 468x60

Prabowo Tak Pernah Terlibat Penghilangan Orang, Ini Penjelasannya

DETIKMERDEKA.COM- Jangan pernah mau ditipu orang-orang yang bicara NKRI harga mati, padahal sebetulnya NKRI harga dijual murah oleh mereka dengan memilih pemimpin yang lemah

banner 336x280

“ Anda adik-adik Gen Z , harus mengetahui hal yang sebenarnya soal penculikan, yang setiap Pilpres diputar kayak benang ruwet hanya untuk menghadang  Prabowo yang mencintai negeri ini lebih dari nyawanya. Mereka ini adalah calo-calo penjual/penguasa aset negara yang tidak mau Prabowo menjadi presiden,”dikutip penjelasan Mayjend (Purn) Kivlan Zen yang saat Pak Prabowo menjadi Pangkostrad, dia menjadi Kaskostrad. 

Penjelasan pak Kivlan ini disampaikan beberapa tahun lalu dan pernah dimuat di  media merdeka.com.

Mantan Kaskostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen menyatakan Prabowo tidak terlibat kasus penculikan 13 orang, sebagaimana disebut para aktivis LSM.

Dia menyebut Prabowo hanya melakukan tindakan ‘pengamanan’ terhadap 9 aktivis yang lain dan kini mereka sudah kembali. Beberapa diketahui sudah bergabung ke Gerindra. 

Tindakan oleh Prabowo itu, kata Kivlan, dilakukan untuk menghindari gangguan keamanan sebelum sidang umum MPR 1998.

Soal 13 yang masih hilang hingga kini, Kivlan menuding adanya ‘operasi sampingan’ yang bergerak.”Di mana-mana operasi militer itu dilakukan ada yang namanya double agent,” ungkap Kivlan 

“Operasi sampingan intelijen (oleh) lawan kepada Prabowo , saya tahu benar siapa lawan Prabowo,” imbuh Kivlan.

Dari 9 yang “diamankan” Pak Prabowo dalam rangka sidang umum MPR 1998 itu, bahkan 4 di antaranya  merapat ke Pak Prabowo mereka adalah: Haryanyo Taslam ( Hartas).

Pada Pemilu 2009, Hartas yang sebelumnya politikus PDIP sudah bergabung ke Partai Gerindra. Tak tanggung-tanggung, dia menjabat sebagai anggota Dewan Pembina yang diketuai langsung oleh Prabowo Subianto.

“ Haryanto Taslam yang kemudian menjadi politikus senior Gerindra ini, pada Maret 2015 meninggal dunia karena sakit, bukan karena diculik,” papar Kivlan

Mantan “korban penculikan” lainnya yang merapat pada Pak Prabowo /Gerindra adalah Desmon J  Mahesa. 

Desmon yang belum lama ini meninggal dunia karena sakit, adalah petinggi partai Gerindra dan sudah 3 kali menjadi DPR dari Fraksi Gerindra. Desmon dilantik pertama menjadi anggota DPR tahun  1 Oktober 2009.

Selanjutnya nama yang disebut sebagai korban penculikan namun akhirnya bergabung dengan Pak Prabowo adalah, Pius Lustrilanang. Pius yang akhirnya bergabung dengan Gerindra juga pernah menjabat sebagai anggota DPR dari Gerindra dapil NTT.

“ Korban penculikan lainnya yang ikut Pak Prabowo adalah Aan Rusdianto. Aan Rusdianto menjadi mantan korban penculikan terakhir yang akhirnya bergabung dengan Partai Gerindra. Bekas aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini mencalonkan diri sebagai anggota DPR di Pemilu 2014 untuk Dapil Jateng IX,” bebernya

Yang tidak ikut Prabowo juga rata-rata menjadi pejabat, Andi Arief menjadi petinggi Partai Demokrat, Nezar Patria baru saja dilantik menjadi Wakil Menteri Komunikasi. Faizol Reza anggota DPR dari Partai PKB, Raharjo Waluyo Jati masuk PDIP dan Tim Sukses Pak Jokowi, Mugianto menjadi aktivis senior.

“Nah, ini nama lengkap 9 nama yang “diamankan” Tim Mawar yang melibatkan nama Pak Prabowo sebagai Danjen Kopassus kala itu,” ujarnya

Nama Tanggal Diamankan Tim Mawar dan Status

1. Desmond Junaidi Mahes, 3 Februari 1998, dilepaskan

2. Haryanto Taslam, 8 Maret 1998, dilepaskan

3. Pius Lustrilanang, 4 Februari 1998, dilepaskan

4. Faizol Reza, 12 Maret 1998, dilepaskan

5. Rahardjo Waluyo Jati, 12 Maret 1998, dilepaskan

6. Nezar Patria, 13 Maret 1998, dilepaskan

7. Aan Rusdianto, 13 Maret 1998, dilepaskan

8. Mugianto, 13 Maret 1998, dilepaskan

9. Andi Arief, 27 Maret 1998, dilepaskan

Jadi, untuk Gen Z, mereka yang diculik Tim Mawar (Kopassus) itu 9 orang dan semua dilepas dan hampir semua jadi pejabat sekarang. 

“ Wah, kalau saya tau ternyata diculik punya masa depan cerah, saya akan senang hati diculik, he he he” ucap Kivlan

Lalu bagaimana yang hilang dan tidak balik sampai sekarang? Seperti cerita Pak Kivlan, waktu itu ada operasi bayangan yang dipakai untuk “menjebak” Letjen (Purn) Prabowo. Tim bayangan ini bukan dari Kopassus, tapi dari kesatuan lain.

Mengapa Prabowo dijebak? Panjang ceritanya dan tidak bisa saya tulis, karena merupakan konspirasi tingkat tinggi. “Intinya Prabowo dan Tim Mawar hanya mengamankan 9 orang dan semua masih hidup dan semua sekarang menjadi pejabat,” sambung Kivlan

“ Sedikit saja ya, Prabowo itu cerdasnya bukan main sejak di Akmil, itulah sebabnya sosok anak menteri ini diincar akan dijadikan pandega di kelompok “tentara merah”, qodratullah dia Islam di antara para saudaranya (karena ikut neneknya waktu kecil) dan menjadi menantu Pak Harto, hingga akhirnya malah Prabowo justru membentuk kubu tentara hijau. Prabowo menjadi anak catur yang liar dan membahayakan maka harus ditenggelamkan” tegasnya.

Sudahlah intinya, Pak Prabowo sendiri seumur hidupnya tidak mau membuka hal yang sebenarnya, saya pun dapat cerita dari anak buah atau kawan-kawannya. “ Pak Prabowo rela menjadi lilin yang terbakar habis demi kesatuan dan persatuan di tubuh TNI,” tandas Kivlan

“Saya ingat betul, beliau sangat emosi pada seorang host televisi  saat didesak-desak untuk membuka kasus penculikan yang sebenarnya,” kata Kivlan

“Saya lebih baik mati, dari pada Anda suruh membuka hal yang sebenarnya, karena akan menghancurkan persatuan dan kesatuan di tubuh TNI. Sudahlah saya kan sudah ambil semua tanggung jawab mau apalagi?,” tutur Prabowo 

“Pangkat dan jabatan itu hanya sampiran yang kapan pun bisa hilang, saya ikhlas kehilangan pangkat dan jabatan,” ujar Prabowo.

Sebuah sumber mengatakan, setelah diadili Pak Prabowo tidak pernah dipecat, karena sebetulnya beliau ditawari sebagai Komandan Kodiklat TNI-AD, atau  Dubes namun beliau menolak dan memilih pensiun dini.

Lagi pula yang perlu adik-adik Gen Z ketahui, kalau Pak Prabowo dipecat seperti kata para buserr, Pak Prabowo tidak pernah dapat pensiun, tapi nyatanya Pak Prabowo memperoleh pensiun sejak berhenti hingga sekarang, meski sepeser pun uang pensiun tersebut tidak pernah diambilnya karena semua dikasih untuk anak-anak yatim-piatu oleh orang keuangan Pak Prabowo (atas instruksi Pak Prabowo).

Fakta lain, tahun 2009 Pak Prabowo pernah berpasangan dengan Megawati saat nyawapres, dan Megawati yang pernah menjadi Presiden RI ke-5 menyatakan pasangannya clean, tidak terlibat dalam penculikan.

Lalu, dalam pemerintahan Pak Jokowi, Pak Prabowo dijadikan Menhan, lha apa Pak Jokowi bodoh kalau benar Pak Probowo pelanggar HAM, penculik, dan pecatan kok dijadikan menteri?

Indonesia setelah Pak Harto lengser sudah ganti berapa presiden? Kalau Prabowo pelanggar HAM kok nggak diadili? Malah menurut Gus Dur yang jadi Presiden ke-4 setelah Habibie, Prabowo itu manusia paling ikhlas.

Soal beliau pergi ke Yordani, itu tidak ada kaitannya dengan urusan melarikan diri atau isu-isu kampungan lainnya, itu karena dia dapat bocoran A1, beliau akan “dihabisi”, itulah sebabnya saat Gus Dur menjadi presiden, Gus Dur menjamin keselamatan Pak Prabowo dan meminta Pak Taufik (suami Bu Mega) mengirim orang untuk menjemput Pak Prabowo pulang keIndonesia, karena ayahanda Pak Prabowo sakit.

Jadi, clear ya adik-adik Gen Z, jangan salah pilih, kalian harus mempercayakan bangsa dan negara ini pada orang yang mencintai negara ini melebihi apa pun. Salam akal waras dan cerdas.

Artikel ini ditulis oleh Naniek S Deyang

banner 336x280