Kedekatan Jokowi-Prabowo, Fakta Keduanya Ingin Indonesia Rukun dan Damai
DETIKMERDEKA.COM- Publik saat ini diperlihatkan dengan kedekatan dan kebersamaan antara Presiden RI, Joko Widodo dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Prabowo Subianto.
Kebersamaan keduanya, nampak terlihat dalam beberapa kunjungan kerja presiden, seperti di Papua, Jawa Tengah, Kalimantan dan tempat-tempat lainnya.
Kedekatan keduanya, terkadang menimbulkan persespsi dan prasangka politik, bahwa Jokowi seolah ingin memberikan restu kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu maju di Pilpres 2024 dan meneruskan kepemimpinannya.
Namun, siapa sangka, ternyata ada alasan kuat di balik dekatnya Prabowo dan Jokowi belakangan ini. Hal ini diungkapkan oleh Prabowo sendiri dalam kunjungan kerjanya bersama Presiden RI di Kalimantan Selatan pada acara Istighosah dan Doa Bersama.
Menhan Prabowo menyinggung isu global yang tengah dihadapi dunia saat ini, terutama soal rivalitas antara Amerika Serikat dengan China. Ia mangatakan bahwa Indonesia yang memilih berada di tengah antara keduanya, dan perlu tetap waspada.
“Tetapi memang kita harus waspada keadaan dunia sangat-sangat tidak menentu, sekarang rivalitas antara Tiongkok sama Amerika kita harus waspada, kadang-kadang kalau gajah sama gajah bentrok, kita yang di tengah-tengah ini harus hati-hati, kita harus waspada,” kata Prabowo, dilansir dari YouTube Program TV Tabalong
Oleh karenanya, di tengah situasi global yang tidak menentu ini, Menhan Prabowo menyerukan tentang pentingnya persatuan Indonesia dan mencontohkan keteladanan kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini. “Untuk itu kita harus rukun, kita harus bersatu kita harus ikut contoh daripada Pak Joko Widodo,” ujar Prabowo.
Pentingnya persatuan dan perdamaian
Kemudian, Capres Partai Gerindra tersebut juga menceritakan kembali alasan mengapa dirinya akhirnya memutuskan bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju. Menhan Prabowo mengatakan bahwa pilihannya itu tentu saja atas dasar kepentingan yang lebih besar.
“Orang bilang kok Prabowo mau gabung, kenapa? Mereka harus bertanya sebetulnya, harusnya bertanya Pak Jokowi kok mau ngajak Prabowo bergabung, ini saya kira sulit,” ucap Prabowo seperti dilansir dari Mypresident.id, Selasa (28/3/23)
“Kalau di Indonesia biasanya kalau orang menang ya sudah, yang dikalahkan nggak mau diurus, dilihat aja nggak mau kadang-kadang,” tutur Prabowo.
Oleh karena itu, jelas Prabowo, jika masyarakatnya rukun dan damai, maka ekonominya akan tumbuh secara perlahan namun pasti. Sehingga, lapangan pekerjaan pun akan terbuka lebar untuk masyarakat lainnya.






