Prabowo Ingin Petani Indonesia Sejahtera
DETIKMERDEKA.COM- Sektor pertanian masih menjadi salah satu masalah krusial di Indonesia. Meskipun negara kita adalah negara agraris, yang tanahnya terhampar luas, tak menjadikan rakyatnya merasakan kesejahteraan. Kita masih menemukan di beberapa daerah yang masyarakatnya mengalami krisis pangan, kemiskinan, dan kelaparan.
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pernah mengidentifikasikan beberapa permasalahan yang menjangkit sektor pertanian Indonesia; permodalan, lahan yang makin sulit, teknologi pertanian modern, persoalan pupuk, dan soal pemasarannya.
Permasalahan di atas timbul karena sektor pertanian masih dipandang sebelah mata. Misalnya, stigmatisasi yang masih melekat di masyarakat bahwa pertanian selalu urusan “mencangkul”. Padahal, kenyataannya tak begitu. Banyak urusan dalam pertanian yang sebetulnya menjadi pekerjaan rumah kalangan terdidik; soal pemasaran, pemodalan, hingga distribusi pangan.
Masalah ini, makin menjadi kompleks ketika generasi muda Indonesia tak lagi berminat mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. Padahal menurut Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN No. 686/SK-PG.03.03/XII/2019 Tanggal 17 Desember 2019, luas lahan baku sawah (LBS) Indonesia mencapai 7.463.948 hektare.
Data tersebut, seharusnya menjadi modal finansial dan modal sosial yang cukup menjanjikan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia. Apalagi, tanah di Indonesia adalah tanah yang subur nan makmur. Seperti dalam lagu Koes Plus “tongkat kayu dan batu jadi tanaman.”
Nah, sebelum menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Prabowo Subianto pernah memimpin salah satu organisasi tani Indonesia melalui Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Di organisasi ini, ia tumbuh sebagai sosok pemimpin yang sangat peduli terhadap sektor pertanian Indonesia.
Dalam sebuah ceramahnya, saat Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional HKTI (2010-2015), Prabowo pernah berujar bahwa keunggulan kompetitif Indonesia adalah dari sektor pertanian. Oleh karena itu, hingga hari ini Prabowo masih berkomitmen ingin mensejahterakan para petani Indonesia.
Bagaimana caranya? Pengelolaan dan strategi yang baik, tentu saja akan melahirkan hasil pertanian yang baik.
“Apabila kita memiliki pengelolaan, teknologi, dan kehendak serta strategi yang kuat, negara-negara non tropis hanya bisa panen satu kali, kita bisa panen tiga kali,” ucap Capres RI 2024 besutan Partai Gerindra itu seperti dikutip dari laman resmi mypresident.id, Minggu (12/3/23)
Bahkan, sebelum gencar pemerintah mengkampanyekan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, Prabowo sudah lebih dahulu. Hal ini berdasarkan data dan keyakinanya bahwa dalam waktu dekat, penghuni dunia akan mencapai 9 miliar manusia. Oleh karena itu, hingga kini ia meyakini Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia, dan rakyatnya bisa sejahtera jika sektor pertanian dikelola dengan baik.
Insprasi kaum muda dan inisiator dana desa
Saat memimpin HKTI, Prabowo ingin menjadikan HKTI sebagai tempat pencari solusi, tempat pemberi pemecahan masalah, gudang saran, gudang teknologi, untuk memperbaiki pertanian dan kaum tani Indonesia. “Kita tidak takut dengan perbedaan pendapat, kita justru ingin sebanyak mungkin pendapat dan gagasan untuk mencari solusi-solusi kepada bangsa,” ujar Prabowo.
Bahkan gagasan kedaulatan pangannya Prabowo turut menginspirasi terbentukanya organisasi Pemuda Tani Indonesia. Hal ini karena Menhan Prabowo sangat pedui dengan sektor pertanian yang ada di Indonesia.
“Beliau sangat concern para pertanian sejak awal, dan beliau juga mantan Ketum HKTI, organisasi induk dari Pemuda Tani Indonesia,” terang Jubir Menhan RI, Dhanil Anzar Simanjuntak.
Selain itu, gagasan dana desa yang setiap tahunnya 1 miliar itu adalah gagasan dan masukan dari Prabowo Subianto. Hal itu diakui oleh Anggota Komisi XI DPR RI Dr. Jefry Romdonny.
“Adalah Prabowo Subianto yang pada saat itu Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Rentang 2005-2015 Prabowo yang acap melakukan kunjungan ke daerah melihat langsung potensi dan hambatan pertanian di Indonesia,” tandas Jefry





