DETIKMERDEKA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT Vektor Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4). Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa industrialisasi dan kemandirian energi adalah kunci utama bagi Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kehadiran pabrik ini bukan sekadar pencapaian bisnis, melainkan tonggak sejarah dalam transformasi bangsa menuju energi bersih. Beliau menekankan pentingnya beralih dari bahan bakar fosil ke listrik guna memperkuat ketahanan nasional.
“Negara sebesar kita, kalau mau merdeka dan bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri. Energi adalah salah satu bidang yang paling menentukan,” tegas Presiden di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan daerah.
Target Swasembada Energi dan Program 100 GW Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengumumkan langkah strategis pemerintah untuk mempercepat elektrifikasi nasional melalui program 100 Gigawatt (GW) yang ditargetkan tercapai dalam dua tahun.
Sebagai bagian dari langkah efisiensi, Presiden menginstruksikan penutupan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN. Langkah ini diprediksi akan menghemat impor BBM hingga 200.000 barel per hari atau sekitar 20% dari total impor saat ini. “Dua tiga tahun lagi, kita targetkan tidak perlu impor BBM sama sekali. Kita akan kuat dan mandiri,” tambahnya.
Dukungan Produk Dalam Negeri dan TKDN Presiden memberikan apresiasi tinggi kepada VKTR yang telah memulai produksi bus dan truk listrik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 40%, yang ditargetkan meningkat hingga 80% pada tahun 2028. Beliau juga membocorkan rencana pemerintah untuk mulai memproduksi mobil sedan listrik nasional secara massal pada tahun 2028.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Presiden memberikan instruksi tegas kepada para Gubernur, jajaran Pemda, hingga TNI untuk memprioritaskan pembelian kendaraan produksi dalam negeri. “Mensekneg, catat itu. Gubernur-gubernur yang tidak pesan produk dalam negeri, terutama bus dan truk listrik ini. Kita harus bangga dan menggunakan produk bangsa sendiri,” ujar Presiden disambut tepuk tangan hadirin.
Optimisme Bangsa Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan pesan optimistis bagi generasi muda Indonesia. Beliau menepis pandangan pesimis mengenai masa depan Indonesia dan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sedang berada pada jalur yang sangat positif.
“Indonesia tidak gelap. Indonesia sangat cerah. Raksasa ini sedang terbangun. This giant is waking up, we are rising! Tahun depan, kita akan berikan kejutan bagi dunia,” pungkasnya.
Acara peresmian ini ditandai dengan penekanan sirine dan penandatanganan prasasti oleh Presiden, didampingi oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensekneg Prasetyo Hadi, dan Komisaris Utama PT VKTR Anindya Bakri. Pabrik ini diharapkan menjadi national champion yang mampu bersaing dengan merek-merek otomotif global di masa depan.














