RI Desak DK PBB, Menlu Sugiono: Serangan ke Pasukan Perdamaian Tak Bisa Ditoleransi

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Pemerintah Indonesia meningkatkan tekanan diplomatik internasional setelah gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Indonesia secara resmi mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat darurat guna merespons serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.

Menteri Luar Negeri, Sugiono, menegaskan bahwa serangan terhadap personel United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi.

banner 336x280

Sugiono menyatakan bahwa Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan meminta adanya investigasi menyeluruh serta akuntabel untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tegas Sugiono dalam pernyataannya.

Ia juga menekankan pentingnya Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah konkret untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.

Selain itu, Indonesia mendorong semua pihak yang bertikai di Lebanon untuk menahan diri dan menghormati mandat serta keberadaan pasukan UNIFIL yang bertugas menjaga stabilitas kawasan.

Sebelumnya, seorang prajurit TNI dilaporkan gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di wilayah penugasan di Lebanon selatan. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Pemerintah Indonesia memastikan bahwa penanganan terhadap korban berjalan maksimal, termasuk proses evakuasi, perawatan prajurit yang terluka, hingga pemulangan jenazah ke Tanah Air.

Langkah diplomatik yang ditempuh Indonesia ini menegaskan komitmen kuat dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus memberikan pesan tegas bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama komunitas internasional.

banner 336x280