DETIKMERDEKA – Pemerintah Tiongkok dan Filipina menggelar pertemuan bilateral di Beijing pada 27 Maret 2026 untuk membahas situasi di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pandangan secara terbuka dan konstruktif terkait dinamika terbaru di kawasan, sebagaimana dilaporkan CGTN.
Dalam pernyataannya, pihak Tiongkok menyampaikan keberatan atas sejumlah insiden yang disebut sebagai pelanggaran maritim, provokasi, dan tindakan yang dinilai memperkeruh situasi. Beijing juga meminta Manila untuk menyelaraskan pernyataan dengan tindakan konkret di lapangan serta kembali mengedepankan dialog dan konsultasi sebagai mekanisme utama penyelesaian isu maritim.
Meski diwarnai ketegangan, kedua negara tetap menunjukkan komitmen menjaga hubungan bilateral. Hal ini tercermin dari pembahasan kerja sama di bidang penegakan hukum maritim dan teknologi kelautan yang disebut mengalami kemajuan positif.
Selain itu, kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi dan dialog guna mengelola situasi maritim secara hati-hati, serta secara bertahap memperdalam kerja sama pragmatis di berbagai sektor strategis.
Dalam konteks regional, Tiongkok dan Filipina menegaskan pentingnya kolaborasi dengan negara-negara ASEAN. Keduanya berkomitmen untuk mengimplementasikan secara efektif Deklarasi tentang Perilaku Para Pihak di Laut Tiongkok Selatan (DOC) serta mempercepat perundingan Kode Etik di Laut Tiongkok Selatan (COC) guna menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh pejabat dari kedua negara, termasuk perwakilan kementerian luar negeri, kementerian pertahanan, departemen sumber daya alam, serta aparat penjaga pantai.

















