Prabowo: Perang Bersifat Destruktif, Kesiapan Pertahanan Tetap Jadi Kunci

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya kesiapan militer di tengah dinamika global yang tidak menentu. Ia menyebut bahwa meskipun perang bersifat destruktif, negara tetap harus mempersiapkan diri untuk menjaga kedaulatan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam perbincangan yang berlangsung di Hambalang pada Selasa, 17 Maret 2026, dan disiarkan melalui kanal YouTube Metro TV.

banner 336x280

Dalam tayangan tersebut, Prabowo menilai sejarah panjang umat manusia menunjukkan adanya kecenderungan untuk bersaing dan mendominasi.

“Sifat manusia itu selalu ingin mendominasi yang lain. Jika kita melihat lembah yang lebih subur atau sumber air yang lebih banyak, muncul keinginan untuk menguasainya,” ujarnya.

Menurutnya, perang harus dihindari dengan segala cara. Namun, ia mengingatkan bahwa sikap yang terlalu mengandalkan diplomasi tanpa didukung kekuatan pertahanan dapat berisiko.

Prabowo menilai negara yang tidak mempersiapkan diri, tidak memahami strategi militer, serta tidak memperkuat pertahanannya berpotensi menghadapi ancaman dari pihak yang lebih kuat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung konsep realisme politik yang dikenal sebagai “Hukum Thucydides”, merujuk pada pemikiran Thucydides, sejarawan Yunani kuno. “Yang kuat akan berbuat sekehendak hatinya, yang lemah harus menderita,” kata Prabowo mengutip prinsip tersebut dalam tayangan Metro TV.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap sejarah perang, termasuk konflik dalam Perang Peloponnesos antara Sparta dan Athena, penting dipelajari oleh kalangan militer.

Menurut Prabowo, pembelajaran tersebut menjadi dasar bagi banyak negara maju dalam membentuk strategi pertahanan yang kuat, sebagai upaya menjaga stabilitas dan mencegah konflik terbuka.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan pandangan Prabowo bahwa kekuatan pertahanan yang solid merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga perdamaian dan kedaulatan negara.

banner 336x280