DETIKMERDEKA – Suasana forum Board of Peace di Washington DC sempat mencair ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pujian terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam pertemuan yang membahas langkah konkret menjaga gencatan senjata dan stabilitas di Gaza itu, Trump menyebut Prabowo sebagai sosok pemimpin yang tangguh dan disegani.
Di hadapan para kepala negara dan delegasi, Trump secara spontan mengungkapkan kekagumannya.
“Dia adalah pria yang sangat saya sukai. Ia sangat tangguh. Saya tidak ingin berhadapan dengannya,” ujar Trump, disambut perhatian peserta forum.
Pujian tersebut muncul dalam konteks pembahasan kontribusi masing-masing negara terhadap perdamaian berkelanjutan di Gaza. Trump menekankan bahwa stabilitas kawasan tidak cukup dijaga lewat kesepakatan formal semata, tetapi membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan komitmen nyata.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung posisi strategis Indonesia sebagai negara besar di Asia Tenggara. Ia mengaku sempat terkejut ketika mengetahui jumlah populasi Indonesia.
“Saya pernah bertanya, berapa banyak orang di Indonesia? Dia bilang 240 juta. Saya bilang, tidak mungkin! Coba katakan lagi, berapa banyak,” tuturnya.
Menurut Trump, besarnya populasi Indonesia mencerminkan beban tanggung jawab kepemimpinan yang besar pula. Ia menilai Prabowo mampu menjalankan peran tersebut dengan baik serta memperoleh penghormatan di tingkat internasional.
“Itu adalah negara besar yang Anda pimpin. Anda menjalankan tugas dengan baik dan dihormati oleh semua orang,” katanya.
Pertemuan Board of Peace ini menjadi salah satu agenda penting dalam upaya memperkuat implementasi gencatan senjata dan merancang kerangka perdamaian jangka panjang di Gaza. Partisipasi Indonesia dinilai strategis, mengingat konsistensi diplomasi luar negeri Indonesia yang mendorong penyelesaian konflik secara adil dan berlandaskan hukum internasional.
Menutup pernyataannya, Trump kembali menyampaikan apresiasi kepada Prabowo.
“Terima kasih banyak telah berada di sini. Terima kasih banyak, Pak Presiden,” ujarnya.



















