DETIKMERDEKA – Arsenal kembali menunjukkan tajinya di musim 2025/2026. The Gunners memastikan tiket ke final Piala Liga Inggris (Carabao Cup) setelah mengalahkan rival sekotanya, Chelsea, dengan skor 1–0 pada leg kedua semifinal di Emirates Stadium, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. Gol penentu dicetak oleh Kai Havertz di masa injury time, memastikan Arsenal unggul agregat 4–2 atas The Blues.
Laga berjalan ketat, dengan kedua tim saling berebut dominasi penguasaan bola dan peluang. Chelsea yang mengejar defisit agregat tampil agresif, namun Arsenal tetap disiplin dalam penguasaan tempo permainan. Drama akhirnya terjadi pada menit 97 saat Havertz yang masuk sebagai pemain pengganti mengakhiri kebuntuan dan memastikan kemenangan yang membawa Arsenal kembali ke partai puncak Carabao Cup.
Pelatih Mikel Arteta menyebut momen ini sebagai suntikan semangat penting bagi skuadnya dalam perjalanan musim ini, sementara para pemain merayakan keberhasilan menghentikan tren semifinal tanpa gelar yang sempat membelenggu klub.
Peluang Arsenal Raih Quadruple: Masih Ada Harapan
Arsenal kini masih bertahan di empat kompetisi di musim ini sebuah pencapaian langka yang memicu pembicaraan tentang peluang meraih quadruple (empat gelar dalam satu musim kompetisi)
Kompetisi yang masih diikuti Arsenal:
Premier League – Arsenal berada di puncak klasemen (status kompetisi masih berjalan).
Champions League – Arsenal masih melaju di fase gugur.
FA Cup – Arsenal masih berlaga dalam babak lanjut.
Carabao Cup – Arsenal lolos ke final setelah menyingkirkan Chelsea.
Kondisi ini membuat harapan meraih empat trofi dalam satu musim masih hidup — sebuah prestasi yang hanya pernah dicapai segelintir klub besar di Eropa. Meski Arteta enggan terlalu dini membahas target quadruple secara eksplisit, dirinya menegaskan pentingnya fokus pada setiap pertandingan demi konsistensi performa.
Para analis dan pengamat sepak bola menilai Arsenal punya modal kuat untuk melanjutkan persaingan di semua ajang. Kedisiplinan defensif, kedalaman skuad, dan performa konsisten para pemain kunci seperti Havertz, Declan Rice, hingga lini belakang yang kokoh menjadi faktor penunjang.
Reaksi dan Tantangan ke Depan
Kemenangan atas Chelsea menjadi momentum emosional bagi Arsenal setelah beberapa kali gagal menembus final di kompetisi domestik pada musim-musim sebelumnya. Namun tantangan sesungguhnya masih panjang, termasuk menghadapi lawan berat di final Carabao Cup dan duel krusial di Premier League serta kompetisi Eropa.
Meski masih menjadi favorit di beberapa kompetisi, Arsenal diprediksi akan terus mendapat tekanan dari klub-klub elite seperti Manchester City, Liverpool, dan lawan-lawan lain di kompetisi Eropa. Peluang meraih quadruple akan sangat ditentukan oleh kedalaman skuad serta kemampuan Arteta mengatur ritme pertandingan di jadwal yang padat.
Kesimpulan
???? Arsenal lolos ke final Carabao Cup
???? Masih bersaing di empat kompetisi
???? Harapan quadruple tetap hidup
???? Tantangan besar menanti di laga-laga berikutnya
Dengan momentum kemenangan tipis atas Chelsea dan ambisi kuat di semua kompetisi, Arsenal sedang membangun catatan sejarah bagi klub — asalkan konsistensi performa terus terjaga hingga akhir musim.


















