Memaknai Sudaryono, Sebagai Anak Idiologis Prabowo dan Nderek Jokowi

banner 468x60

Memaknai Sudaryono, Sebagai Anak Idiologis Prabowo dan Nderek Jokowi

DETIKMERDEKA.COM,- Otonomi daerah yang berlaku sejak pasca reformasi, telah banyak mendistribusi beberapa urusan rumah tangga pemerintahan dari Pemerintah (pusat) ke pemerintah daerah provinsi dan  Kabupaten / Kota. Sebagai anti tesis sistem pemerintahan sentralistik pada jaman Orde Baru

banner 336x280

Pada periode pertama pemberlakuan otonomi daerah, lebih bertumpu di Pemerintah Kabupaten / Kota. Sehingga otonomi daerah pada fase pertama banyak menimbulkan persoalan,  terutama yang berkaitan dengan hubungan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kab / kota.

Sedangkan otonomi daerah saat ini, lebih proporsional, yaitu dengan menempatkan kedudukan  Pemerintah Provinsi lebih kuat ketimbang sebelumnya, yaitu diberikannya  porsi kendali terhadap pemerintah kabupaten / kota.

Dengan demikian, Gubernur sebagai kepala Daerah provinsi, saat ini mempunyai peran dan kewenangan strategis di dalam memajukan wilayahnya.

Dalam konteks itu, seorang calon gubernur, pada saat berniat akan maju berkontestasi, seharusnya sudah melakukan deskripsi persoalan persoalan dan tantangan yang akan dihadapi sebagai bahan kebijakannya setelah dia dilantik sebagai Gubernur  definitif. Artinya, dalam menjalankan pemerintahan dan kebijakannya mempunyai acuan jelas yang berlandaskan pada  berbagai persoalan dan tantangan aktual yang ada di wilayahnya.

Berangkat dari uraian di atas, dalam konteks Jawa Tengah, diketahui ada beberapa indikator  yang secara prosentase masih di bawah dua provinsi besar lainnya di pulau jawa ini.

Indikaror indikator tersebut, merupakan tantangan yang harus diselesaikan oleh Gubernur Jateng yang akan datang.

Sekedar contoh, ada 2 indokator strategis yang harus ditingkatkan, yaitu data kemiskinan, dan stunting  Kedua indikator tersebut, merupakan isue populer dan kunci penilaian keberhasilan seorang kepala daerah, disamping indikator kunci lainnya

Data kedua indikator tahun 2023 di atas , yaitu : 
1) Provinsi Jabar, penduduk miskin 7,62%, dan stunting 20,20%

2) Jateng, penduduk miskin  10,77%; stunting 20,80%,

3) Jatim, penduduk miskin 10,35%: stunting 19,20%.

Untuk menjawab, dua jenis tantangan tersebut,  memerlukan seorang figur Gubernur  yang mempunyai kepedulian dan  keberpihakan serta konstelasi relasi  yang kuat dari berbagai sisi. Karena solusi yang harus di hadirkan bersifat paralel, sehingga bisa sekaligus menjawab dan menuntaskan persoalannya.

Maka dari sisi itu, Gubernur Jateng untuk 5 tahun ke depan, harus seorang figur yang cerdas, berani, berkarakter, berprestasi  dan peduli.

Dari sekian figur yang muncul saat ini, yang diperkirakan bakal mampu menjawab dua indikator tantangan tadi adalah Sudaryono. Kenapa demikian?? Ada beberapa alasan Sudaryono layak menerima amanah rakyat Jateng, antara lain :
1) Sudaryono adalah anak biologis Prabowo, yang mewarisi karakter berani dan tegas, didukung oleh  tingkat kecerdasan memadai, dengan latar belakang pendidikan yang sama, yaitu lulusan  akademi militer. Bedanya, Sudaryono lulusan akademi militer di Jepang.

2) Sebagai anak idiologis Prabowo,  Sudaryono akan lebih cepat beradaptasi ketimbang figur  lainnya,  dalam hal  menjalankan program program strategis  pemerintah pusat,  sehingga bisa dengan mudah melakukan linierisasi program program tersebut,   untuk dikembangkan,  guna  mendorong akselerasi kemajuan Jateng 5 tahun ke depan.

3) berkaitan dengan konsep keberlanjutan program pemerintahan Presiden Jokowi, Sudaryono akan juah bisa berinovasi dan berkontribusi  lantaran ada kesamaan karakter dengan Presiden Jokowi, yaitu senang blusukan dengan tingkat kepedulian terhadap wong cilik sama sama besar.

Berdasarkan uraian di atas, rakyat Jateng patut bersyukur, karena memiliki  Sudaryono. Dia afalah  figur muda berprestasi di luar Jateng,  tapi mau pulang kampung membangun daerahnya.

Wallohualam bisshowab

Jakarta, 3 April 2024

Nandang Sudrajat 

Sekjen DPP PAPERA

banner 336x280