Pengamat Sepakbola Ronny Pangemanan Laga Uji Coba Timnas Indonesia Kontra Libya Jelang Piala Asia
DETIKMERDEKA.COM,- Sebuah asa diungkapkan pengamat dan komentator sepak bola, Ronny Pangemanan, terkait laga uji coba kedua Indonesia jelang Piala Asia 2023, kontra Libya. Ia berharap agar Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, tak lagi bereksperimen terlalu banyak.
Pada laga uji coba pertama, kontra Libya, Shin Tae-yong memang melakukan eksperimen yang cukup ekstrem. Selain memainkan duet bek tengah, ia juga memainkan beberapa pemain di luar posisi aslinya.
Nah, menurut Ropan, pada laga kedua kontra Libya, Shin Tae-yong tak perlu lagi bereksperimen. Ketimbang bereksperimen, menurut jurnalis media olahraga tersebut, pelatih asal Korea Selatan ini lebih baik mematangkan komposisi dan skema main timnya.
“Saya pikir, STY akan mengambil pelajaran penting untuk tidak mencoba-coba lagi. Tidak ada lagi eksperimen seperti pada laga pertama,” kata Ropan, dalam siniar di kanal Sportify Indonesia.
“Kita bisa melihat pada tanggal 5 (kontra Libya) sudah ada pakem dari pertandingan pertama,” ia menambahkan.
Ropan sendiri memprediksi STY akan cenderung kembali bermain dengan tiga bek tengah, ketimbang dengan dua bek tengah seperti pada laga pertama. Pasalnya, skema ini sebelumnya sudah beberapa kali dijalankan para penggawa Skuad Garuda.
Ropan tak secara eksplisit menyebut nama untuk mengisi posisi di bawah mistar Timnas Indonesia pada laga kontra Irak. Namun, secara tersirat, ia menyebut bahwa posisi kiper bisa dipercayakan lagi kepada Syahrul Trisna.
Syahrul sendiri sudah dijajal pada laga uji coba pertama Timnas Indonesia, jelang Piala Asia 2023, kontra Libya. Waktu itu, kiper 28 tahun ini
Pada laga tersebut, Syahrul Trisna merupakan satu-satunya pemain Indonesia yang bermain penuh pada laga tersebut.
Di lini belakang dalam starting eleven terbaik Indonesia pada laga uji coba kedua kontra Libya ada trio Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Rizky Ridho. Trio ini dinilai sebagai kombinasi terkuat bek tengah Indonesia pada saat ini.
“Ini kan komposisi yang baik. Semua (pemain) muda,” kata Ropan.
“Mereka juga bisa diproyeksikan untuk tampil pada Piala Asia U-23. Tiga ini bisa bermain,” sambungnya.
Lalu, ke mana Jordi Amat? Menurut Ropan, pada laga ini pemain senior tersebut diparkir terlebih dahulu. Ia harus minggir untuk memberi kesempatan trio pemain muda. Namun, Ropan tak menutup kemungkinan Amat dimainkan pada babak kedua.
Dua bek sayap dalam starting eleven terbaik Indonesia pada laga kontra Libya bakal diisi duo pemain naturalisasi. Sandy Walsh dan Shayne Pattynama akan menjaga lebar lapangan pada laga tersebut.
” Sandy Walsh bisa bermain di kanan dan Shayne Pattynama bisa bermain di kiri. Sandy sudah ada dan Shayne sudah balik dari Belanda,” kata Ropan.
“Ini bagus karena Shayne dan Sandy akan bermain di flank membantu serangan,” sambungnya.
Di lini tengah, menurut Ropan, juga ada perubahan. Alih-alih memainkan dua gelandang, kali ini Indonesia diprediksi akan bermain dengan tiga gelandang. Marc Klok dan Ivar Jenner bakal menjadi penjaga kedalaman lini tengah. Sementara, Marselino Ferdinan, yang bermain agak ke depan, bisa difungsikan lebih membantu lini serang.
“Klok bermain di tengah, Ivar Jenner, kemudian dengan Marselino,” ucap Ropan.
“Kita lihat, komposisinya kan pasti berbeda,” imbuhnya.
Ropan tampak tak memiliki preferensi khusus soal siapa yang akan dimainkan di lini depan. Namun, ia menilai bahwa lini depan Indonesia pada laga kontra Libya bakal diisi duet Rafael Struick dan Ramadhan Sananta.
“Saya pikir, Rafael Struick dan Ramadhan Sananta perlu dipertahankan,” tegas Ropan.
Ropan sendiri tak membeber alasan di balik munculnya kombinasi dua pemain tersebut. Namun, memang, dua pemain ini memiliki tipikal bermain yang tak sama. Diharapkan duet Struick dan Sananta bisa saling melengkapi.



















