Deklarasi Partai Gelora, Prabowo Subianto : Ya Kita Ingin Berkuasa Atas Seijin Rakyat
DETIKMERDEKA.COM- Deklarasi Partai Gelora yang telah memutuskan untuk memberikan dukungannya kepada Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Sabtu (2/9/2023). Partai Gelora mengumumkan dukungannya kepada Prabowo dalam acara deklarasi di Jakarta dengan bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju
Sementara Ketua Umum Partai Gerindra juga Menhan RI Prabowo Subianto dalam kesempatannya menyampaikan pesan politiknya kepada masyarakat bahwa Koalisi Indonesia Maju juga berkeinginan menjadi penguasa di negeri ini namun apa yang telah dilakukan harus atas seijin Rakyat Indonesia
” Kita berpolitik dan kita juga harus mengerti bahwa kita berkumpul disini pada hari libur untuk berpolitik yang murni, berpolitik yang baik, berpolitik itu berkehendak untuk memperbaiki kehidupan rakyat artinya berpolitik itu ujungnya di kekuasaan kita ingin memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo
Tapi saudara saudara harus paham bahwa manusia punya kelemahan, bahwa kekuasaan itu membuat orang menjadi korup yang besar besaran, kekuasaan absolut bisa menjadi korup yang absolute
” Ya kita ingin berkuasa atas seijin rakyat kita, kita ingin berkuasa untuk menghilangkan kemiskinan kita ingin berkuasa tidak ada anak indonesia yang tidak bisa berobat dan tidak ada lagi orang orang sepuh tidak jelas upahnya. Kita bersyukur bahwa 78 tahun kita merdeka, ratusan tahun kita berjuang bukan kita dan kita berhasil merebut kemerdekaan itu,” ungkap Prabowo
Tetapi tidak terus terusan kita dendam, benci, dan tidak terus terusan tapi berusaha menghindari konflik dan mencapai kemakmuran, dan kemakmuran hanya bisa datang dengan adanya kerjasama antar pemimpin
” Kalau kita terus memimpin hanya berjuang untuk kepentingan kelompok maka rusaklah dalam berpolitik itu,” tandas Prabowo
” Saya telah bersumpah dan bekerja, berjuang hanya untuk dan atas nama rakyat Indonesia,” tegas Prabowo
Memang akhir akhir ini, memang sarat dengan aroma pengkhianatan. ” Saya dituduh pengkhianat lantaran saya bergabung dengan pak Jokowi kala itu,” tutur Prabowo
” Tadinya, saya ditentang untuk bergabung oleh pengikut-pengikut saya sendiri. Saya dituduh pengkhianat. Akhir-akhir ini memang sarat aroma-aroma pengkhianatan,” kata Prabowo Subianto
Namun ucapannya itu tidak ditujukan kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang memutuskan hengkang dari KIM dan memilih beralih ke Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dan mendukung Anies Baswedan

Prabowo menyampaikan hal itu saat menceritakan momen dirinya bergabung ke Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, di mana Jokowi menjadi rivalnya saat Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.
” Saya harus menjelaskan, lama-lama mereka paham. Semakin Indonesia tidak bersatu, semakin kekuatan dunia ini senang,” ucap Prabowo
Sementara itu, terkait situasi politik menjelang Pilpres 2024, khususnya terkait peta koalisi yang berubah selepas PKB mengalihkan dukungannya ke Anies Baswedan, Prabowo menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada rakyat
” (Sekarang ada) Rekayasa ini, rekayasa itu. Ulah ini, ulah itu. Tidak ada masalah. Rakyat yang akan menilai kita. Jangan mengira perbuatan kita tidak dinilai oleh rakyat. Jangan dikira ucapan kita tidak dipelajari oleh rakyat,” tambahnya
Dalam kesempatan yang sama, dia juga menegaskan tidak masalah jika ada orang membohongi dirinya atau berkhianat terhadap padanya
” Boleh Prabowo dibohongi, boleh Prabowo dikhianati, asal jangan Prabowo bohong dan berkhianat,” tegasnya
Prabowo kembali menegaskan bahwa rakyat pada akhirnya yang akan memberikan keputusan dalam memilih pemimpinnya ke depan
” Rakyat akan melihat. Rakyat akan menilai. Rakyat yang akan memberi ‘vonis’ paling utama. Sejarah mencatat siapa yang ada di atas jalan yang benar, siapa yang berkhianat kepada bangsa dan negara,”terang Prabowo



















